sewa ambulance

Daya

5 Tips untuk Perempuan Menjaga Kesehatan Tulang dan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal

Selama waktu Batasan Sosial Skala Besar (PSBB), masyarakat disarankan untuk tidak keluar rumah untuk menghentikan penyebaran virus COVID-19. Tinggal di rumah membuat seseorang membatasi aktivitas fisiknya, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya. Ini juga berdampak pada kesehatan dan daya tahan tulang. Memasuki era normal baruPenting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tulang, terutama bagi wanita di atas usia 35 tahun.

Hubungan antara aktivitas fisik, kesehatan tulang, dan wanita

menjaga kesehatan tulang untuk wanita

Beberapa orang lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah ketika berolahraga. Selain mendapat tampilan berbeda, Anda juga bisa bergaul dengan teman-teman lain. Sayangnya, ini tidak dapat dilakukan secara bebas selama PSBB.

Kebanyakan orang menghabiskan waktu di rumah. Kondisi ini menyebabkan aktivitas fisik seseorang menurun. Padahal, aktivitas fisik merupakan upaya penting dalam menjaga kesehatan tulang, terutama bagi wanita berusia 35 tahun ke atas.

Kesehatan tulang adalah bagian vital yang memengaruhi kesehatan seseorang. Ketika seseorang terbiasa dengan gaya hidup yang menetap atau kurangnya aktivitas fisik menyebabkannya kehilangan massa tulang.

Jika tidak mengubah gaya hidupnya, ini dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu kondisi ketika tulang kehilangan massa, membuatnya mudah patah dan retak.

Osteoporosis dapat menyerang siapa saja, terutama wanita. Mengapa wanita menjadi sorotan? Sebab, semua wanita akan memasuki tahap menopause. Selama menopause, hormon estrogen wanita menurun dan ini dapat memengaruhi hilangnya massa tulang. Proses alami ini membuatnya wanita lebih rentan terhadap osteoporosis.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Sistem kekebalan yang lemah dapat membuat Anda lebih rentan terhadap pilek, batuk, atau penyakit lainnya.

Karena itu, wanita perlu memperhatikan dan menjaga kesehatan tulang untuk mencegah osteoporosis. Salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik.

json = & # 39; {"targeting": {"Post":[“MidBanner2”]}} ’>

Selain memperkuat otot, aktivitas fisik juga berdampak pada penguatan sistem kekebalan tubuh. Selama pandemi COVID-19, tentu saja, dibutuhkan sistem kekebalan yang kuat yang tidak mudah sakit.

Menjaga kesehatan dan ketahanan tulang bagi wanita saat normal baru

Sekarang, Anda tahu betapa pentingnya menjaga kesehatan dan ketahanan tulang untuk wanita selama era ini normal baru. Agar keduanya bisa dijaga dengan baik, ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat di rumah.

1. Olahraga

tips berolahraga selama menstruasi

Lakukan olahraga atau aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. Pilih olahraga yang Anda sukai agar tetap termotivasi. Misalnya yoga, bersepeda di sekitar komplek rumah, jalan pagi, dan senam.

Jurnal Kedokteran Missouri menyarankan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik dengan risiko cedera minimal. Melakukan olahraga dapat memperkuat otot, meningkatkan keseimbangan tubuh, dan menjaga kesehatan tulang, terutama bagi wanita.

Tidak hanya itu, olahraga juga mendukung penguatan sistem kekebalan tubuh. Olahraga dapat meningkatkan antibodi dan mengoptimalkan kerja sel darah putih dalam melawan infeksi.

2. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Tubuh tidak dapat memproduksi vitamin D secara mandiri. Cara mudah untuk merangsang produksi Vitamin D tubuh adalah berjemur di bawah sinar matahari. Cukup berjemur di bawah sinar matahari tidak langsung, misalnya duduk menghadap ke jendela selama 5-15 menit, setidaknya dua hingga tiga kali setiap minggu. Biarkan sinar matahari menyinari wajah, tangan dan kaki sehingga tubuh mendapat cukup vitamin D.

Vitamin D adalah salah satu nutrisi penting yang berperan dalam memperkuat tulang, gigi, dan otot. Lebih jauh, vitamin D dapat membantu kerja sel darah putih dan sel kekebalan dalam melindungi tubuh dari infeksi penyakit.

Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, sinar matahari juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Sinar matahari membantu kerja hormon melatonin yang berfungsi membuat Anda tidur nyenyak dan mendukung kebugaran fisik keesokan harinya.

Sinar matahari yang cukup juga membuat Anda lebih bahagia dan mengurangi risiko depresi. Ini karena matahari merangsang pelepasan hormon serotonin yang membuat mood tetap terjaga. Dengan begitu, sinar matahari memiliki peran yang baik dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

3. Pertahankan berat badan

kenaikan berat badan karena obat-obatan

Mempertahankan berat badan dapat mendukung sistem muskuloskeletal, yang merupakan sistem yang memungkinkan setiap manusia untuk bergerak dan melibatkan otot, tulang, dan persendian. Berat badan yang seimbang dapat membuat tulang lebih sehat, didukung oleh asupan makanan yang sehat dan aktivitas fisik.

Selain itu, berat badan yang seimbang dan menghindari obesitas dapat mendukung daya tahan tubuh untuk bekerja secara optimal.

Pada orang gemuk, sistem kekebalan tubuh menjadi lemah. Misalnya, produksi sitokin (protein untuk melawan infeksi) menurun. Itu menyebabkan orang gemuk lebih rentan terhadap risiko penyakit.

Namun, ini bisa dicegah ketika Anda menjaga berat badan seimbang dengan beradaptasi dengan gaya hidup sehat selama PSBB. Dengan begitu, metode ini mampu menjaga daya tahan dan kesehatan tulang bersama, terutama bagi wanita.

4. Konsumsi asupan bergizi

menjaga kesehatan tulang untuk wanita

Nutrisi dalam makanan membantu menjaga kesehatan tulang dan memperkuat sistem kekebalan tubuh wanita. Selalu sertakan berbagai buah dan sayuran dalam menu sehari-hari. Zat gizi mikro dalam sayuran dan buah-buahan dapat meningkatkan respons sel imun dalam merespons infeksi penyakit.

Selain buah dan sayuran, Anda bisa mendapatkannya kalsium dan vitamin D dari berbagai asupan, seperti salmon, tuna, mackerel, dan susu kedelai. Vitamin D dan kalsium bekerja bersama untuk menyediakan kekuatan tulang dan membantu penyerapan kalsium.

5. Minum suplemen kalsium

menjaga kesehatan tulang untuk wanita, vitamin D

Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi setiap hari untuk merangsang tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Padahal, vitamin D yang didapat dari sinar matahari pagi bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Kekurangan vitamin D dapat berdampak pada penurunan kekebalan tubuh, serta meningkatkan risiko patah tulang dan patah tulang.

Jika tidak setiap kali Anda berjemur di bawah sinar matahari, Anda bisa memiliki risiko kekurangan vitamin. Namun tidak perlu khawatir, Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan vitamin D bersama suplemen kalsium organik yang juga mengandung ester C dan vitamin D3. Esther C. adalah salah satu bentuk vitamin C yang diformulasikan dengan kalsium askorbat sehingga dapat mengurangi efek samping dari sakit perut.

Kalsium organik dalam suplemen menjadi komponen utama ini dapat menguatkan tulang dan gigi. Kemudian, ester C dapat meningkatkan daya tahan dan mencegah infeksi seperti infeksi pernapasan. Sementara itu, vitamin D3 bermanfaat dalam meningkatkan penyerapan kalsium.

Cari suplemen kalsium yang ramah untuk lambung dan mudah dicerna, membuatnya lebih mudah bagi tubuh untuk menuai manfaat kesehatannya dari waktu ke waktu. normal baru di tengah pandemi COVID-19.

Jangan biarkan kondisi pandemi mengganggu kesehatan Anda. Terapkan lima tips di atas untuk menjaga kesehatan dan ketahanan tulang bagi wanita produktif yang hebat.

Posting 5 Kiat untuk Wanita Menjaga Kesehatan dan Daya Tahan Tulang di Periode Normal Baru muncul pertama kali di Hello Sehat.

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Banyak orang mencari cara untuk memperkuat daya tahan tubuh, terutama di tengah pandemi COVID-19. Ada beberapa bahan tradisional yang menjadi pilihan favorit orang Indonesia, seperti jahe, daun kelor, jintan hitam, Curcuma, atau meniran. Salah satu suplemen tradisional yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah jamur Cordyceps.

Bagaimana cara kerja jamur Cordyceps dalam memerangi penyakit dan memperkuat kekebalan tubuh?

Kenali senyawa aktif dan sistem kerja jamur Cordyceps dalam memerangi infeksi

Jamur Cordyceps meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Cordyceps (liar) adalah jamur parasit dari beberapa jenis serangga. Jamur biasanya menggunakan sisa makanan pada tubuh serangga.

Jamur Cordyceps digunakan sebagai obat tradisional di Asia Timur, karena khasiatnya yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cordyceps militaris juga digunakan untuk mengobati kanker, kejang tonik, dan penyakit lainnya.

Ada beberapa senyawa aktif yang ditemukan dalam jamur Cordyceps.

  • Polisakarida
  • Adenosin
  • Cordycepin
  • Asam amino
  • Asam lemak

Senyawa aktifnya adalah antioksidan, antiinflamasi, dan antioksidan. Dari berbagai penelitian di dalam dan luar negeri, jamur Cordyceps ini diduga mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal virus.

Adenosine dan cordycepin pada jamur ini memiliki struktur yang mirip dengan obat virus Galidesivir. Obat ini adalah terapi untuk 20 jenis virus RNA, seperti filovirus, togavirus, arenavirus, virus corona, dan lainnya dalam tes laboratorium. Meskipun, obat ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut untuk menentukan efeknya pada manusia.

Selain itu, senyawa adenosin dalam jamur Cordyceps juga memiliki sifat sebagai vasodilator dalam tubuh. Vasodilator adalah obat yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan mencegah penyempitan pembuluh darah dan arteri.

Senyawa aktif ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas tubuh. Pelajari lebih lanjut, ketahui manfaatnya dan bagaimana jamur Cordyceps bekerja dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal penyakit.

1. Meningkatkan daya tahan

sistem imun

Sistem kekebalan tubuh dapat didukung melalui suplemen Cordyceps militaris. Beberapa penelitian seperti dari jurnal Polimer Karbohidrat pada tahun 2014 oleh Jong Seok Lee dan timnya, kata polisakarida dari jamur Cordyceps membantu melindungi sel-sel tubuh dari infeksi virus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selanjutnya, Berdasarkan penelitian dari jurnal yang sama pada tahun 2007 dikatakan, Jamur Cordyceps dikembangkan dalam kecambah kedelai mendukung fungsi imunoregulator atau mengatur sistem kekebalan tubuh. Lebih lanjut disebutkan, jamur mampu memperbaiki jaringan yang rusak di paru-paru. Ini membawa keuntungan untuk memperkuat daya tahan tubuh ketika terserang infeksi virus.

Polisakarida jamur Cordyceps memiliki sifat antioksidan. Antioksidan dalam jamur dapat merangsang kerja makrofag, sebagai salah satu jenis sel darah putih yang bertugas memerangi infeksi virus. Dengan begitu, jamur Cordyceps dapat mengobati kesehatan paru-paru.

2. Menangkal peradangan

proses inflamasi

Jamur Cordyceps juga memiliki manfaat untuk menghambat reaksi berlebihan terhadap sistem kekebalan tubuh tubuh ketika diserang oleh virus, berkat sifat anti-inflamasi atau anti-inflamasi. Virus tertentu yang masuk dapat membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan karena produksi sitokin yang tinggi, menyebabkan peradangan.

Disebutkan dalam Jurnal Analisis Makanan dan Obat-obatan, Jamur Cordyceps dapat menghambat aktivitas sitokin yang menyebabkan peradangan. Dengan begitu, melalui jamur Cordyceps, tubuh mendapat bantuan untuk mencegah infeksi virus, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

3. Mencegah infeksi virus

Novel coronavirus menyebabkan pneumonia

Senyawa Cordycepin dalam jamur Cordyceps termasuk suplemen herbal yang antivirus, sehingga membantu menangkal infeksi virus. Menurut Yechiel Backer, dalam bukunya yang berjudul Agen Antiviral dari Sumber Alamicordycepin yang diproduksi oleh jamur berkhasiat sebagai antivirus.

Konten tersebut berfungsi untuk menghambat perkembangan virus, seperti rhinovirus, poliovirus, sendai virus dan Newcastle Disease Virus. Dalam penelitian lain, cordycepin dapat digunakan dalam pengobatan gangguan sistem pernapasan, seperti virus parainfluenza.

Tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sifat-sifat jamur Cordyceps dapat dipertimbangkan untuk membantu mencegah penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jamur Cordyceps, langkah tradisional untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Jamur Cordyceps meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Meskipun masih ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut dan uji klinis, jamur Cordyceps militaris memiliki potensi yang baik untuk membantu menangkal berbagai virus. Dari sifat-sifat yang telah disebutkan, senyawa aktif dalam jamur juga berperan tingkatkan sistem pertahanan tubuh dan mencegah infeksi virus, terutama untuk merawat kesehatan sistem pernapasan.

Cordyceps sebagai suplemen tradisional juga baik dikonsumsi untuk menjaga kekebalan tubuh, terutama di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Keefektifan jamur ini telah dijelaskan dalam beberapa penelitian karena jamur Cordyceps diklasifikasikan sebagai suplemen berbasis alami, sehingga dapat dikonsumsi dalam jangka panjang.

Berita baiknya adalah jamur cordyceps sekarang dapat dikembangbiakkan di Indonesia melalui teknologi kultur jaringan, yang merupakan metode pemuliaan alami dengan mengisolasi bagian-bagian dari jamur dan tumbuh dalam media terkondisi yang steril.

Keuntungan dari metode ini adalah bahwa waktu pengembangbiakan lebih singkat, hanya 2 bulan, bahan aktifnya berkhasiat, dipelihara dan stabil untuk semua tanaman, bebas dari kontaminasi (logam berat dan zat berbahaya lainnya) dan harga jamur menjadi lebih terjangkau.

Pos Cordyceps Militaris Mushroom Membantu Meningkatkan Daya Tahan muncul pertama di Hello Healthy.

Scroll to top