sewa ambulance

Hamil

Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Ibu Hamil

Menjalani pola makan yang sehat penting untuk semua orang. Namun ketika hamil, kecukupan nutrisi menjadi sangat mendesak karena pertumbuhan janin akan sangat bergantung pada bagaimana status nutrisi Mums. Inilah mengapa perlu memahami nutrisi mana yang paling Mums butuhkan dan dari mana bisa mendapatkannya. Ssssttt, Mums yang sedang program hamil juga penting lho mengetahuinya. Terus scroll down, ya.

Kenapa Nutrisi Sangat Penting selama Hamil?

Sejak pembuahan terjadi hingga saatnya si Kecil dilahirkan, begitu banyak proses krusial yang terjadi dalam tubuh Mums. Apa yang bisa mendukung proses itu agar bisa berjalan lancar? Jawabannya: nutrisi.

Ya, nutrisi adalah pilar utama untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan otak, mencukupi berat badan janin, serta mengurangi berbagai risiko kerusakan otak. Nutrisi pula yang menjamin kesehatan Mums agar tidak sampai mengalami defisiensi zat besi (anemia), mengalami keluhan kehamilan, serta berisiko mengalami komplikasi serius.

Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak berhasil memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya selama kehamilan. Inilah sebabnya ibu hamil perlu mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin dan mineral penting untuk kehamilan secara rutin. Jika dijabarkan, berikut adalah vitamin dan mineral yang wajib Mums penuhi selama hamil:

1. Asam folat

Berbicara tentang nutrisi kehamilan, yang satu ini pasti akan dianjurkan pertama kali. Asam folat merupakan bentuk sintetis dari vitamin B9, yang keberadaannya dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Dan berdasarkan beberapa penelitian, kecukupan asam folat pada wanita saat menjalani program hamil dan selama hamil dapat mencegah kelainan jantung dan cacat lahir pada bayi, seperti bibir sumbing.

Tak hanya itu, asam folat juga berfungsi untuk:

  • Mencegah anemia.
  • Pembentukan dan pemeliharaan sel baru.
  • Pembentukan sel selama kehamilan.
  • Pembentukan DNA & RNA, dua organel sel yang menjadi dasar awal kehidupan.
  • Mencegah neural tube defect, yakni mengurangi risikonya sampai 60-70%.

2. Vitamin D3

Provitamin D terdapat pada kulit dan dengan bantuan sinar matahari akan diubah menjadi vitamin D3. Nah, ada satu fakta mengejutkan tentang vitamin ini, yaitu nyaris semua orang kekurangan vitamin D3! Bahkan, bagi kita yang tinggal di negara tropis dengan matahari bersinar sepanjang tahun. Padahal, vitamin ini banyak sekali perannya untuk metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Beberapa peran penting vitamin D3 adalah:

  • Membantu penyerapan kalsium.

  • Mendukung kinerja saraf, otot, dan sistem imunitas.

  • Membantu pertumbuhan gigi. Perlu Mums tahu, walau masa pertumbuhan gigi si Kecil berlangsung saat ia sudah lahir, sebenarnya tahap pertama pembentukan gigi sudah dimulai sejak usia kehamilan 6 minggu, lho.

  • Selain gigi, vitamin D3 berperan untuk pembentukan tulang bayi, termasuk tulang tengkorak dan rangka.

  • Mempertahankan kehamilan. Vitamin D3 menginduksi perubahan imunologi yang mencegah ibu hamil mengalami keguguran.

3. Zat besi

Selain vitamin, mineral sama pentingnya. Zat mineral yang utama untuk dipenuhi oleh Mums selama hamil adalah zat besi karena tubuh membutuhkannya untuk memproduksi hemoglobin, protein di dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kebutuhan zat besi selama hamil hingga pasca-melahirkan meningkat karena alasan berikut ini:

  • Untuk pembentukan sel darah merah pada janin.
  • Adanya peningkatan volume darah selama kehamilan.
  • Cadangan zat besi pasti kurang dalam tubuh sebelum hamil karena berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak cukup dan seimbang atau karena sehabis sakit.
  • Mengalami keadaan hiperemesis gravidarum (mual-muntah berlebihan) dan sedang mengandung janin lebih dari satu.
  • Kehilangan darah pada saat melahirkan, yang berpotensi menyebabkan anemia.

Defisiensi zat besi nyatanya bukan hal sepele dan bukan hanya menimbulkan anemia. Inilah beberapa risiko serius bagi Mums maupun janin akibat kekurangan nutrisi yang satu ini:

  • Mengalami infeksi.

  • Kelelahan parah.

  • Persalinan prematur.

  • Berat badan lahir rendah.

Baca juga: Tinggi Vitamin C, Bolehkah Bayi Makan Nanas?

4. Kalsium

Berbicara tentang pertumbuhan tulang dan gigi janin, tak bisa dipisahkan dari kalsium. Sama seperti zat lainnya, kebutuhan kalsium meningkat pada saat kehamilan karena janin sangat membutuhkannya untuk pembentukan tulang dan gigi. Namun jangan salah, kalsium juga memegang peran penting untuk pembentukan jantung, otot, dan saraf.

Selain untuk janin, Mums pun membutuhkan asupan kalsium karena berisiko mengalami penurunan kepadatan tulang (osteoporosis).

5. DHA

Docosahexaenoic acid (DHA) adalah bagian dari asam lemak omega-3, yang merupakan pembentuk membran sel otak dan retina mata. Sekitar 60% dari massa otak, terdiri dari lemak (lipid) dan DHA merupakan komponen terbanyak penyusun massa otak.

Asam lemak ini tidak diproduksi dalam tubuh, sehingga kecukupannya sangat tergantung dari bagaimana asupan nutrisi Mums. Dan sayangnya, tidak semua vitamin kehamilan mengandung DHA, sehingga Mums perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk diresepkan vitamin hamil dengan kandungan DHA.

Kecukupan DHA yang dimulai sejak si Kecil di dalam rahim, nyatanya akan menguntungkannya hingga ia dewasa, lho. Pasalnya, DHA mendukung perkembangan optimal otak, mata, sistem kekebalan tubuh, dan sistem saraf.

Lalu pada trimester ketiga, perkembangan otak berada dalam tahap finalisasi, sehingga asupan DHA benar-benar diutamakan. Jika defisiensi DHA terjadi, masalah yang bisa timbul adalah depresi pasca-persalinan.

Baca juga: Penyebab Bibir Pecah-Pecah, Benarkah Kurang Vitamin?

Berbedakah Multivitamin untuk Ibu Hamil dan Multivitamin Biasa?

Tentu saja berbeda. Vitamin prenatal adalah kombinasi berbagai jenis vitamin yang memang diformulasikan khusus sesuai kebutuhan ibu hamil. Jadi jika dibandingkan dengan multivitamin pada umumnya, kandungan vitamin dan mineral dalam vitamin prenatal memang dapat membantu memenuhi kebutuhan Mums selama hamil.

Dari sekian banyak pilihan, Folamil mengandung berbagai nutrisi mikro untuk membantu memenuhi nutrisi Mums selama hamil hingga menyusui. Dalam kemasan kapsul lunak dan tidak berbau amis, Folamil Gold dan Folamil Genio mengandung komposisi vitamin dan mineral yang lengkap. Dengan pola makan sehat dan mengonsumsi vitamin prenatal secara teratur, mulai dari fase awal kehamilan, nutrisi Mums dan janin pun selalu cukup dan seimbang! (AS)

Baca juga: Berkenalan dengan Beta-Karoten, Vitamin A yang Aman untuk Ibu Hamil

Sumber:

American Pregnancy. Pregnancy Vitamins.

Self. Vitamins and Minerals During Pregnancy.

Mayo Clinic. Pregnancy Week by Week.

Persalinan Normal pada Ibu Hamil Bermata Minus, Menyebabkan Kebutaan?

Memiliki gangguan penglihatan rabun jauh, miopi, atau mata minus, sudah lama diyakini menjadi penutup jalan untuk bisa melahirkan normal. Proses mengejan dalam proses persalinan pervaginam spontan, kabarnya akan menyebabkan efek yang serius pada retina sehingga menyebabkan kebutaan. Benarkah itu? Kabar baiknya, hal tersebut ternyata tidak terbukti secara medis. Yuk, baca informasinya lebih lanjut, Mums!

Kehamilan Memengaruhi Penglihatan

Tidak diragukan lagi, kehamilan memang sebuah fase perubahan yang besar untuk Mums. Dalam kurang lebih 40 minggu, bukan hanya organ reproduksi yang bekerja keras dan berubah, setiap bagian tubuh Mums ikut terimbas pula, termasuk penglihatan.

Kehamilan dapat memicu perubahan pada mata dan penglihatan karena fluktuasi hormon, metabolisme, retensi cairan, sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa gangguan penglihatan yang bisa terjadi selama kehamilan, seperti:

  • Perubahan kornea

Perubahan hormon ikut memengaruhi kelengkungan dan ketebalan (edema) kornea, yang menyebabkan intoleransi terhadap lensa kontak. Selain itu, perubahan yang terjadi secara alami pada kornea dapat membuat pemakaian lensa kontak menjadi sulit dan menyembunyikan potensi infeksi atau beberapa cedera kecil di tempat-tempat yang tidak mudah dideteksi.

  • Ketajaman visual

Beberapa ibu hamil mengeluhkan penglihatan mereka menjadi atau semakin kabur sejak hamil. Hal ini diakibatkan akibat adanya perubahan penglihatan (refraksi), sehingga Mums merasa harus mengganti lensa kacamata atau membutuhkan kacamata untuk bisa melihat dengan jelas.

  • Fotofobia

Sakit kepala dan migrain karena perubahan hormon dapat menyebabkan sensitivitas yang besar terhadap cahaya.

  • Pre-eklampsia

Selain ditunjukkan dengan tekanan darah tinggi selama hamil, gejala umum pre-eklampsia yang perlu diwaspadai adalah penglihatan kabur. Hal ini bisa juga disertai dengan sakit kepala, fotopsia (mata seperti terpapar kilat blitz kamera), dan diplopia (penglihatan ganda).

  • Retinopati serosa sentral

Adalah kaburnya penglihatan secara tiba-tiba akibat adanya cairan yang merembes dari bagian belakang retina. Hal ini bisa terjadi pada kedua atau salah satu mata saja, dan umumnya terjadi di trimester tiga.

  • Munculnya/memburuknya rabun jauh

Jika sebelumnya Mums tidak memiliki gangguan penglihatan, atau kacamata yang biasa digunakan tidak sejelas biasanya, hal ini umum terjadi akibat adanya perubahan hormon.

Semua gangguan penglihatan di atas, bersifat sementara dan akan kembali seperti sedia kala setelah Mums telah melahirkan. Walau begitu, pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata selama hamil sangat dianjurkan sebagai tindakan pencegahan yang penting. Meskipun pada kenyataannya, secara umum, kebanyakan ibu hamil menghindarinya.

Baca juga: Jangan Menunggu Vaksin Covid-19, Tetap Lakukan Kebiasaan Ini Setiap Hari!

Persalinan Normal Sebabkan Kebutaan, Hoaks!

Rabun jauh terjadi akibat ketidakmampuan mata untuk memfokuskan cahaya pada retina mata. Akibatnya, penglihatan akan kabur saat melihat objek yang jauh. Gangguan penglihatan ini, pada kenyataannya bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, namun juga berimbas pada metode persalinan. Ibu hamil yang menderita rabun jauh, apalagi dengan level minus tinggi, percaya bahwa persalinan normal bukanlah pilihan lagi.

Ketakutan untuk melahirkan normal pada ibu hamil dengan rabun jauh, juga terlihat pada penelitian yang dilakukan oleh University Clinical Hospital Rijeka di Kroasia. Selama lebih dari 10 tahun, jumlah ibu hamil dengan mata minus 1,5 kali lebih banyak yang bersalin caesar, dibandingkan ibu hamil yang tidak menderita miopi. Prevalensi melahirkan caesar bahkan jauh lebih besar bagi ibu hamil yang memiliki mata minus tinggi atau minus berat, yaitu lebih dari 6+ D.

Hal ini didasarkan pada kepercayaan lama yang memperkirakan bahwa selama tahap mengejan, ibu hamil yang menderita rabun jauh berisiko mengalami ablasi retina (lepasnya retina), lalu dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen atau kebutaan. Namun nyatanya, secara mekanis ataupun fisiologis, tidak ada bukti penelitian yang dapat mendukung kepercayaan lama ini. Selama bertahun-tahun, penelitian telah menunjukkan bahwa meski tekanan vena di mata meningkat ketika Mums mengejan selama persalinan, tidak ditemukan perubahan dalam retina pasca-persalinan atau kebutaan. Penemuan ini bahkan juga berlaku untuk ibu hamil dengan tingkat minus tinggi.

Baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Jantung Akibat Hipertensi

Jika tak benar, lalu mengapa masih ada ibu hamil dengan minus tinggi disarankan untuk bersalin caesar, bukan normal? Hal ini didasarkan atas ketebalan retina yang bervariasi pada masing-masing individu. Setelah melalui pemeriksaan dokter spesialis mata, ibu hamil dengan retina yang lebih tipis, tentu saja dapat lebih mudah robek jika ada perubahan dan tekanan di dalam mata. Sehingga, akan disarankan untuk bersalin dengan metode caesar.

Maka dari itu, ibu hamil yang mengalami retinopati diabetik (gangguan penglihatan akibat tingginya kadar gula dalam darah) sekalipun, tidak diwajibkan untuk bersalin secara caesar, karena semua tergantung pada ketebalan retinanya. Karena hingga kini, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa persalinan menyebabkan kebutaan. Jadi, jika Mums memiliki mata minus dan ingin tetap bersalin normal, segeralah untuk memeriksakan kondisi mata Mums secara keseluruhan pada dokter spesialis mata. Bersama dengan dokter obgyn, dokter spesialis mata akan menyarankan metode persalinan apa yang aman untuk Mums jalani.

Baca juga: 5 Latihan Mudah untuk Persiapan Persalinan Normal

Sumber:

NCBI. The Effect of Normal Childbirth on Eyes.

Mom Junction. Most Common Reasons For Vision Changes After Pregnancy.

Nature. Breaking the Myopia Myth.

Tak Hanya Perut, Stretch Marks Muncul di 6 Bagian Tubuh saat Hamil

Kenangan perjalanan kehamilan tidak hanya mengambil foto atau cerita. Kebanyakan wanita hamil juga akan mendapatkan "kenang-kenangan" paling indah dalam bentuk garis atau garis-garis halus bernama stretch mark. Tapi jangan salah, stretch mark tidak hanya hadir di daerah perut, tetapi juga bisa muncul di 6 bagian tubuh. Mari kita periksa, siapa tahu ada sesuatu yang terlewatkan oleh Ibu? pengawasan dan bisa dicegah mulai sekarang.

Fakta Tentang Stretch Marks

Mengapa itu terbentuk? stretch mark? Pertanyaan itu mungkin ada di benak Ibu. Menariknya, ada dua faktor yang bisa disebut sebagai penyebab terjadinya stretch mark (striae gravidarum). Pertama, karena ada peregangan kulit akibat kehamilan, yang umumnya diikuti dengan peningkatan berat badan yang cepat. Karena perubahan struktural pada lapisan tengah kulit (dermis) terjadi begitu cepat, kulit tidak mampu beradaptasi dan ada kerusakan. Inilah yang menyebabkan bekas luka, atau juga disebut stretch mark.

Faktor kedua terjadi stretch mark disebabkan oleh peningkatan berbagai hormon untuk mendukung pertumbuhan janin. Sayangnya, peningkatan hormon ini menarik sejumlah besar air dalam tubuh dan melemaskan ikatan antara serat-serat kolagen. Efeknya, kulit akan lebih mudah kering, rusak, dan terbentuk stretch mark.

Terlepas dari dua hal ini, ada sejumlah faktor di baliknya stretch mark, sebagai:

  • Genetik

Jika ada sejarah stretch mark dalam keluarga, maka kemungkinan besar ibu tidak bisa menghindarinya saat hamil.

  • Penambahan berat total

Jika ibu bertambah berat badan selama kehamilan melebihi batas normal berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), stretch mark akan sangat mudah dibentuk.

  • Nutrisi dan hidrasi

Menjaga kulit tetap terhidrasi dengan asupan cairan yang cukup dan penggunaan produk pelembab topikal, dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit. Selain itu, asupan seimbang vitamin C dan zat besi, telah terbukti menjaga kesehatan kulit.

Umumnya, stretch mark terlihat jelas saat kehamilan memasuki trimester terakhir. Meski begitu, sebenarnya standa tretch perlahan berkembang seiring dengan meningkatnya ukuran perut. Pembentukan stretch mark ini biasanya terjadi secara bertahap, yaitu:

  • Tahap 1: Awalnya stretch markAku terlihat merah muda dan terasa gatal. Area kulit tempat terbentuknya stretch mark juga akan terlihat lebih tipis.
  • Tahap 2: Secara bertahap, stretch mark memanjang, melebar, dan kemerahan atau keunguan.
  • Tahap 3: Stretch mark telah dibentuk dengan goresan yang matang dan berbentuk dengan tekstur bergelombang. Nada kemerahan atau merah muda mulai memudar dan menjadi putih pucat atau perak. Tahap ini biasa terjadi setelah ibu melahirkan.
Baca juga: Inilah Cara Mengatasi Perut Gatal Saat Kehamilan

6 Bagian Tubuh Yang Membentuk Stretch Marks

Secara statistik, sekitar 75-90% wanita hamil akan mendapatkan "suvenir" stretch mark. Inilah yang membuat stretch mark menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses kehamilan.

Tapi tidak seperti yang dipikirkan Ibu, stretch mark sebenarnya bisa muncul di beberapa area tubuh selain perut, lho. Faktanya, beberapa area ini mungkin tidak dipikirkan oleh Ibu dan tidak mendapatkan perawatan yang teliti. Daerah-daerah ini adalah:

  • Panggul

Mirip dengan perut, pinggul sebenarnya adalah "target utama" pembentukan stretch marks selama kehamilan. Jika kamu memperhatikan, stretch mark di daerah ini dimulai dari satu sisi pinggul dan pergi ke sisi lain secara garis besar. Namun, ada yang punya stretch mark langsung di pinggul kanan dan kiri sekaligus.

  • Payudara

Perubahan ukuran payudara yang drastis sejak ibu hamil, membantu "mengundang" formasi stretch mark Di area ini. Tidak hanya itu bisa terjadi di daerah atas, stretch mark di payudara juga dapat muncul di bagian bawah serta samping.

  • Paha

Jika Ibu rajin diaplikasikan lotion badanapalagi setelah mandi, mungkin bisa dengan cepat menyadari kehadirannya stretch mark Di area ini. Biasanya, stretch mark muncul di daerah paha bagian dalam, tetapi banyak juga yang ditemukan stretch mark lebih menyebar di daerah paha luar ke daerah bokong.

Baca juga: Menggaruk Perut Gatal selama Kehamilan Penyebab Stretch Marks, You Know!

  • Lengan atas

Bagi banyak wanita, area ini memang akan mudah menjadi lebih besar dengan penambahan berat badan. Pantas stretch mark lebih mudah untuk membentuk di sini. Namun tidak hanya ibu hamil yang mengalaminya. Rata-rata, gadis remaja yang mengalami pubertas juga mengalami hal tersebut stretch mark sini.

  • Kembali

Karena itu tidak mudah dilihat, stretch mark di belakang sering tidak dipantau keberadaannya. Selain itu, area ini adalah yang paling sulit dijangkau untuk oles pelembab topikal, kecuali jika dibantu oleh orang lain, membuat bagian belakang sangat rentan kering dan mudah dibentuk. stretch mark.

  • Mons pubis

Mons pubis adalah tonjolan lemak di atas labia yang ditutupi oleh rambut. Itu sebabnya, stretch mark di daerah ini kedatangan yang sangat tak terduga dan biasanya hanya diketahui jika ibu telah mencukur rambut kemaluan dalam persiapan untuk persalinan.

Baca juga: Risiko Perut Hamil Tersentuh? Atasi Dengan Tip Ini!

Sumber:

Kehamilan Amerika. Stretch Mark Kehamilan.

NHS. Stretch mark.

Yang Boleh dan Jangan Dilakukan untuk Bercinta saat Hamil

Kehamilan sering dianggap sebagai fase pernikahan tanpa seks. Padahal, selama kondisi Ibu dan janin dipastikan sehat oleh dokter atau bidan, Ibu tak perlu ragu untuk menikmati sesi intim bersama Ayah, lho. Sekarang, untuk memastikan kenyamanan dan keamanan Ibu dan janin, beri tahu apa yang diizinkan dan tidak dilakukan untuk bercinta saat hamil. Penting di sini!

Bercinta selama kehamilan, mungkin!

Jika ini Mums & # 39; kehamilan pertama, wajar untuk bertanya-tanya apakah aktivitas seksual diizinkan ketika rahim mengandung janin. Dan jawabannya adalah: baik-baik saja!

Perlu ibu tahu, penetrasi penis ke dalam vagina tidak akan menyakiti janin sama sekali. Sebab, penis hanya akan mencapai leher rahim, organ yang memisahkan vagina dan rahim. Selain itu, janin dalam rahim dilindungi oleh cairan ketuban di dalam kantong ketuban.

Juga, ada otot rahim yang membantu menjaga janin. Belum lagi ada colokan lendir atau benjolan lendir yang menutupi serviks, yang mencegah pembukaan serviks. Dengan demikian, sangat kecil kemungkinan penetrasi penis akan memengaruhi janin, atau bahkan melukainya.

Juga perlu diluruskan, bercinta tidak menyebabkan keguguran. Dalam kebanyakan kasus, keguguran terjadi karena kelainan pada janin yang tidak berkembang secara normal. Jadi, lanjutkan saja aktivitas seksual Ibu dan Ayah, selama kehamilan Ibu dinyatakan sehat oleh dokter dan tidak mengalami kondisi berikut:

  • Sejarah Keguguran
  • Riwayat persalinan prematur atau menunjukkan gejala yang menimbulkan risiko persalinan prematur, seperti kontraksi dini.
  • Pendarahan perut dan kram.
  • Cairan ketuban merembes atau pecah ketuban.
  • Placenta previa (posisi plasenta menutupi leher rahim yang menjadi jalan lahir.
  • Inkompetensi serviks (jaringan di serviks lemah, menyebabkan kelahiran prematur).
  • Mengandung lebih dari satu janin.

Ngomong-ngomong, apakah ibu sudah tahu bahwa sensasi orgasme biasanya lebih intens selama kehamilan? Ya, keuntungan ini terutama dirasakan oleh setiap wanita hamil, karena peningkatan aliran darah dan volume, termasuk area vagina, sehingga membuat Ibu & # 39; area intim lebih sensitif.

Baca juga: Cara Alami Meningkatkan Stamina Pria di Tempat Tidur

Ini Aman, Anda Tahu, Untuk Dilakukan

Kehamilan ibu itu sehat, suami tertarik, dan ibu menginginkannya, jadi tidak perlu menunda bercinta. Nah, beberapa hal ini cukup aman untuk dilakukan, termasuk:

  1. Peluk atau memeluk, baik dari depan maupun suami berpelukan dari belakang.
  2. Mencium
  3. Merasakan dan meremas area tubuh yang diinginkan.
  4. Masturbasi bersama atau Ibu dan Ayah bermasturbasi untuk mencapai orgasme.
  5. Seks oral untuk Ibu, serta memberikan seks oral kepada Ayah.

Untuk seks, ada beberapa posisi yang aman dan nyaman bagi ibu dan janin, seperti:

  • Wanita di atas

Posisi ini memungkinkan Ibu untuk mengontrol kecepatan dan kenyamanan Ibu saat bercinta. Selain itu, tidak ada tekanan pada daerah perut ibu.

  • Menyendok

Penetrasi dilakukan dalam posisi ibu berbaring miring dan suami ada di belakang ibu. Kiat: arahkan tangan suami Anda yang bebas bergerak menyentuh area sensitif Ibu agar sesi bercinta semakin panas, tanpa menyakiti perut Ibu.

  • Gaya doggy

Pada posisi menungging, sang suami bisa mendapatkan sensasi penetrasi yang berbeda, sementara ibu merasakan "dorongan" yang kuat dari penis. Tenang, perut ibu yang bergoyang saat sesi penetrasi tidak akan membahayakan janin. Tip: Tempatkan bantal di bawah siku ibu saat melakukan posisi ini.

Untuk melakukan semua ini, pastikan ibu nyaman dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda khawatir.

Baca juga: 5 Fakta Seks yang Terjadi di Semua Pernikahan

Dan, Hindari ini, ya …

Demi keamanan ibu dan janin, ada juga hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan selama kehamilan, seperti:

  • Laksanakan posisi misionaris setelah lebih dari 20 minggu & # 39; kehamilan. Selain kekuatan bercinta ini menekan daerah perut Ibu, posisi telentang terlentang juga menekan pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke janin.
  • Ketika ketika suami memberikan seks oral, pastikan untuk tidak meniupkan udara ke dalam vagina sama sekali. Ini dapat memicu pembentukan emboli udara (gelembung udara yang menyumbat pembuluh darah) dan menyebabkan masalah serius bagi ibu dan janin.
  • Katakan tidak pada seks anal. Anus adalah organ yang penuh dengan bakteri, sehingga memungkinkan masuknya bakteri dan parasit berbahaya ke dalam tubuh.
Baca juga: Bercinta di Depan Bayi, Haruskah Aku Merasa Bersalah?

Sumber:

Garis Kesehatan. Seks Kehamilan.

Klinik Mayo. sex Selama Kehamilan.

March of Dimes. Seks dan Kehamilan.

Aturan Aman Minum Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Selain menyegarkan, air kelapa memang terkenal dengan berbagai manfaat kesehatannya, termasuk untuk wanita hamil. Apalagi menurut tradisi yang sudah turun temurun, air kelapa dipercaya bermanfaat bagi janin dan persalinan. Meski begitu, jangan lupa, semua hal baik bisa berubah berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Sekarang, khusus untuk konsumsi air kelapa untuk wanita hamil, lihat informasi berikut, mari.

Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Ketika berbicara tentang air kelapa, rasanya tidak lengkap jika Anda tidak membahas manfaatnya, ya. Nah, bagi para Ibu yang tidak tahu manfaat apa yang bisa didapat dengan mengonsumsi air kelapa, berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat kandungan vitamin dan antioksidan di dalamnya.

2 Kandungan serat yang tinggi membantu mengatasi masalah konstipasi yang sering terjadi selama kehamilan.

3. Seimbangkan kadar asam urat dalam tubuh dan membersihkan racun dalam tubuh.

4. Mengganti hilangnya kadar elektrolit dalam tubuh karena muntah hebat yang terjadi pada trimester pertama. Jika kadar elektrolit di bawah normal, wanita hamil akan sangat rentan terhadap dehidrasi.

5. Menyegarkan tubuh berkat kandungan kalium dan fosfor.

6. Sebagai diuretik alami, air kelapa meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga menghilangkan racun berbahaya dan membersihkan saluran kemih. Ini juga bisa menghindari risiko infeksi saluran kemih yang biasa dialami wanita hamil.

7. Meringankan keluhan mulas karena perubahan hormon selama kehamilan.

8. Memberikan resistensi dari infeksi.

Baca juga: Mau Kurus, Coba Diet Chili!

Ibu cukup banyak, keutamaan air kelapa untuk ibu hamil. Tapi, itu belum semuanya, Anda tahu. Selanjutnya adalah info.

9. Kadar elektrolit yang rendah memicu peningkatan tekanan darah. Mengkonsumsi air kelapa dapat membantu meningkatkan kadar kalium, magnesium, dan asam laurat, yang dapat mengatur tekanan darah, serta menyehatkan jantung.

10. Karena wanita hamil mudah merasa panas, keinginan untuk minum minuman dingin dan manis tidak bisa dihindari. Air kelapa dapat memenuhi Ibu & # 39; keinginan untuk makan sesuatu yang manis, tanpa meningkatkan kadar gula darah. Dalam 100 ml air kelapa hanya mengandung 2,1 gram gula, yang lebih rendah dari minuman energi lainnya. Kadar gula yang rendah dalam air kelapa juga tidak akan menambah berat kehamilan dan mengurangi risiko terkena diabetes gestasional.

11. Asupan yang baik pada trimester ketiga untuk meningkatkan volume cairan ketuban dan volume darah.

12. Meskipun kandungan mineral dalam air kelapa tidak setinggi suplemen multivitamin, air kelapa baik untuk menambah nutrisi ibu selama kehamilan. Kandungan magnesium di dalamnya berkontribusi untuk mengurangi risiko pre-eklampsia serta risiko bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Sementara itu, kalsium di dalamnya mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin serta menjaga kepadatan tulang Ibu.

13. Membantu meningkatkan elastisitas kulit karena melembabkan tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian, risiko memperluas stretch mark dapat dikurangi, meskipun perlu diingat bahwa stretch mark sangat genetik dan tidak dapat dihindari sama sekali.

Baca juga: Usia Memasuki 40 Tahun, Gairah Seksual Pria Semakin Redup?

Air kelapa memang bermanfaat, asalkan …

Dengan serangkaian manfaat kesehatan dalam air kelapa, jangan lupa bahwa Anda masih perlu memperhatikan aturan aman minum air kelapa saat hamil. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu adalah:

1. Mengkonsumsi air kelapa bersama dengan minuman / asupan lain yang tinggi kalium atau natrium, dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

2. Air kelapa mengandung natrium fosfat yang memiliki efek pencahar. Jadi, segera hentikan konsumsi air kelapa jika ibu mengalami gangguan pencernaan atau diare.

3. Manfaat air kelapa dapat diperoleh secara optimal hanya jika ibu mengkonsumsi air kelapa segar tanpa tambahan gula. Jadi, konsumsilah air kelapa yang baru dipotong, bukan air kelapa kemasan.

4. Batasi jumlah air kelapa hingga tidak lebih dari dua gelas sehari. Ini untuk mencegah kelebihan kadar natrium dan kalium dalam tubuh.

5. Jika Ibu berencana melahirkan melalui operasi caesar, beberapa dokter menyarankan untuk berhenti minum air kelapa dua minggu sebelumnya. Sebab, kandungan elektrolit dalam air kelapa berpotensi mengganggu stabilitas tekanan darah sebelum dan sesudah operasi.

Baca juga: Tidak Perlu Panik, Begini Cara Mengatasi Pilek pada Bayi Baru Lahir

Sumber:

Tangisan Pertama. Air Kelapa Selama Kehamilan.

Persimpangan Mom. Air kelapa.

Menggaruk Perut yang Gatal saat Hamil Menimbulkan Stretch Mark, Lho!

Perut terasa gatal selama kehamilan, terutama jika ibu menggaruknya, itu akan menyebabkan stretch mark setelah melahirkan. Karena itu, ibu perlu memperhatikan cara-cara untuk mencegah atau menyamarkan stretch mark sebelum atau setelah melahirkan, terutama di daerah perut, di sini. Ayo, kenali penyebab perut gatal dan bagaimana mencegah stretch mark selama hamil!

Penyebab Perut Gatal selama Kehamilan

Gatal perut secara alami dialami oleh ibu, terutama yang mengandung bayi. Selama kehamilan, kulit perut ibu membentang lebih jauh dan ini dapat menyebabkan permukaan kulit menjadi kering, sehingga perut menjadi gatal.

Perut yang gatal selama kehamilan juga dapat terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh Anda. Peningkatan kadar estrogen dapat menyebabkan rasa gatal di perut selama kehamilan. Namun tidak hanya perut, ibu juga bisa merasakan gatal di bagian tubuh, seperti payudara, paha, telapak tangan, kaki, dan sebagainya.

Baca juga: Ibu, Hindari 11 Kebiasaan Ini Saat Anda Hamil!

Cara Mencegah Stretch Mark saat Hamil

Tanda-tanda stretch mark biasanya muncul ketika usia kehamilan memasuki 13-21 minggu. Sekitar 90% wanita hamil mengalami kondisi ini. Namun, stretch mark juga bisa timbul jika ibu menggaruk area tertentu pada kulit yang terasa gatal, terutama di daerah perut.

Untuk membantu merawat kulit perut ibu sambil mencegah stretch mark, berikut ini berbagai cara yang bisa Anda lakukan!

1. Pertahankan Berat Badan

Selama kehamilan, kenaikan berat badan pasti terjadi. Namun, cobalah menjaga berat badan Anda dalam kisaran normal, Bu. Harap dicatat bahwa peningkatan berat badan yang signifikan dapat menyebabkan stretch mark. Karena itu, perhatikan asupan kalori yang dikonsumsi ibu selama kehamilan, Iya!

2. Perhatikan Asupan Nutrisi

Selama kehamilan, ibu bisa menambah asupan makanan yang kaya nutrisi dan vitamin C dan D. Kedua vitamin itu baik untuk kesehatan kulit. Seperti diketahui, vitamin C dapat meningkatkan produksi kolagen dan menjaga kulit tetap kencang, sehingga mencegah timbulnya stretch mark.

3. Tetap terhidrasi

Tidak hanya menjaga kesehatan, banyak minum juga bisa mencegah stretch mark. Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, kulit Ibu akan lebih lembut dan lebih sedikit risiko bekas luka dibandingkan kulit kering. Cobalah untuk minum sekitar 8 gelas sehari dan hindari mengkonsumsi minuman berkafein atau manis.

Baca juga: Senang Ibu Hamil? Mudah, Ayah!

4. Gunakan Krim untuk Melembabkan

Usahakan menggunakan krim untuk melembabkan kulit, terutama di daerah perut, untuk mencegah dan menyamarkan stretch mark. Pastikan ibu juga memilih krim yang aman digunakan saat hamil. Nah, untuk mencegah dan menyamarkan stretch mark selama kehamilan dan setelah melahirkan, Ibu bisa menggunakan Krim Stretch Mark Blooming Belly Beautiful dari Buds Organics.


Kombinasi minyak jojoba dan ekstrak shea butter dalam krim ini bisa melembabkan sekaligus memberikan perlindungan pada kulit perut Ibu. Kandungan minyak Tamanol dan ekstrak chlorella vulgaris yang berasal dari tanaman Alga juga dapat menyehatkan sekaligus mencegah stretch mark pada perut ibu.

Krim ini aman digunakan oleh para ibu yang sedang hamil karena telah diuji secara klinis dan memiliki sertifikat penilaian Ecocert yang berasal dari Perancis, dan dibuat dari bahan-bahan organik berkualitas atau bebas dari pewangi buatan dan bahan kimia berbahaya bagi para ibu & # 39; kulit.

Baca juga: Inilah alasan mengapa wanita hamil harus tidur di sebelah kiri mereka

5. Gunakan Krim untuk Memelihara Kulit

Untuk mencegah stretch mark pada kulit akibat perut gatal, ibu dapat menggunakan Buds Organics Anti-Gatal Soothing Vit-C Belly Cream. Krim ini bisa menghilangkan rasa gatal di perut selama kehamilan serta menyehatkan perut Ibu agar tampak cerah.

Kandungan lilin gandum bekas yang terkandung dalam krim ini terbukti secara klinis untuk menyembuhkan gatal, alergi, serta memperkuat dan mempercepat pertumbuhan lapisan kulit luar ketika proses penyembuhan berlangsung. Kombinasi minyak inci inci organik dan vitamin C dapat memperkuat perlindungan

lapisan kulit dan membantu meningkatkan kolagen untuk mengencangkan kulit.

Kandungan ekstrak daun zaitun dan lidah buaya juga dapat melindungi kulit dari radikal bebas, menenangkan dan menyembuhkan iritasi serta stretch mark pada kulit. Selain itu, krim ini juga aman digunakan selama kehamilan dan setelah ibu melahirkan karena telah diuji secara klinis dan memiliki sertifikat penilaian Ecocert.

Jadi, sekarang ibu sudah tahu penyebab gatal perut selama kehamilan dan bagaimana mencegah stretch mark selama kehamilan? Ayo, lakukan cara-cara di atas agar kecantikan kulit dan perut Ibu tetap terjaga! (KAMI)

Referensi

Parenting Cry Pertama. Gatal pada Perut saat Kehamilan.

Apa yang Diharapkan. Stretch Marks selama dan setelah kehamilan.

Kenali 5 Buah yang Paling Dianjurkan Untuk Ibu Hamil

Buah yang paling direkomendasikan untuk wanita hamil umumnya adalah buah dengan nutrisi lengkap, seimbang, dan baik untuk perkembangan janin di dalam rahim. Buah-buahan yang dimaksud umumnya buah-buahan yang mengandung nutrisi seperti vitamin, mineral, zat besi, kalsium, dan beberapa nutrisi penting lainnya.

Perlu Anda ketahui, dalam kondisi kehamilan, seorang ibu memang membutuhkan beragam nutrisi untuk perkembangan janin. Dari semua nutrisi yang dibutuhkan oleh wanita hamil, beberapa nutrisi memang ada dalam buah.

Fungsi Vitamin C

Namun terlepas dari itu, buah yang dimaksud harus segar, bersih, dan tidak mengandung bahan kimia dalam bentuk pestisida atau sejenisnya.

Jenis Buah untuk Wanita Hamil

Pada dasarnya, hampir semua itu baik untuk wanita yang sedang hamil. Pasalnya, dalam buah itu sendiri memang mengandung berbagai macam nutrisi yang baik untuk tubuh.

Namun, dari semua buah-buahan, hanya sedikit yang terbaik dan direkomendasikan untuk wanita hamil. Nah, adapun buah yang dimaksud adalah:

  • apel

Siapa yang tidak tahu apel? Mungkin semua manusia akrab dengan buah manis ini. Ya, apel sendiri dikenal karena kemanisannya. Namun, di balik rasanya yang manis, apel sendiri mengandung nutrisi, seperti Vitamin A, Vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan vitamin B9. Vitamin dari buah untuk wanita hamil adalah vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, terutama tubuh wanita hamil.

Baca: Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Kecantikan

  • Alpukat

Buah yang satu ini sebenarnya kurang enak jika dikonsumsi langsung. Tetapi jika sudah diolah menjadi jus, buah yang satu ini terasa enak dan enak. Selain enak dan lezat, alpukat sendiri mengandung beberapa nutrisi, seperti asam folat dan vitamin kompleks yang berguna untuk memperlancar perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin.

  • Tanggal

Jika menurut Anda tanggal cocok untuk Ramadan, Anda salah. Alasannya, buah untuk wanita hamil memiliki beberapa kandungan gizi, seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan beberapa nutrisi lain yang tidak boleh dilewatkan. Tidak hanya itu, dengan kandungan tersebut, kurma sendiri sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena mereka dapat mengatasi kram perut dan menguatkan kandungannya.

  • Manggis

Manggis adalah salah satu buah paling berguna di dunia. Ini terbukti dari adanya ekstraksi kulit manggis untuk pengobatan beberapa penyakit. Namun, selain diekstrak untuk obat, daging manggis itu sendiri mengandung vitamin C dan asam folat yang kuat. Pada kehamilan, kandungan vitamin C dan asam folat dalam buah untuk wanita hamil umumnya digunakan untuk meningkatkan elastisitas dan daya tahan kulit.

Baca: 9 Fungsi dan Efek Kekurangan Vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12 C, D, E, K

  • Buah naga

Buah ini adalah tahun populer terakhir. Karena selain enak, buah naga sendiri mengandung vitamin C tinggi dan sangat baik untuk wanita hamil. Sebab, dengan kandungan vitamin C buah naga, kondisi kehamilan Anda akan tetap terjaga dan terbebas dari segala macam penyakit.

Baca: 6 Jenis Vitamin dan Fungsinya bagi Tubuh Manusia

Pokoknya, yang perlu Anda ingat, buah untuk wanita hamil adalah buah yang umumnya direkomendasikan oleh dokter. Sementara itu, untuk beberapa buah lainnya baik dan bermanfaat. Namun, jika dibandingkan dengan buah-buahan di atas, buah-buahan lain umumnya tidak memiliki kandungan gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu selama kehamilan.

Scroll to top