sewa ambulance

Ibu

Teman Bumil Tampil dengan Wajah Baru, Dukung Ibu Milenal

Bertepatan dengan peringatan Pekan Menyusui Sedunia yang jatuh setiap minggu pertama bulan Agustus, aplikasi Sahabat Wanita Hamil memperkenalkan tampilan dan wajah baru. Selain wajah baru yang lebih fresh, Teman Bumil juga menambahkan berbagai fitur baru yang lebih lengkap, menarik, dan informatif.

Apa saja fitur baru Teman Bumil?

Baca juga: Ulang Tahun ke-2, Ibu Hamil Terus Dukung Program Pencegahan Stunting

Teman Ibu Hamil, Teman Ibu Milenial

Dalam acara yang tayang di Instagram Live Teman Bumil dan akun Youtube Guesehat, Senin (10/8), Sahabat Ibu Hamil memperkenalkan perubahan logo dan tagline yang baru. Tak hanya tampilan baru yang segar, Sahabat Ibu Hamil juga sedang mempersiapkan fitur-fitur baru, seperti video edukasi pada fitur MEDIA, menambah konten hingga usia 5 tahun, dan menambah fitur interaktif lainnya.

Jika dulu Bunda hanya bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan dan kebidanan di forum Sahabat Ibu Hamil, kini Bunda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak, bidan, ahli laktasi, psikolog, dan profesional lainnya.

Teman Bumil juga menyediakan berbagai kelas di forum Sahabat Ibu Hamil, seperti #SeninSharing with Psikolog, #TanyaDokter bersama spesialis di hari Selasa dan Jumat, #Ng ChattingBarengBubid di hari Rabu dan Sabtu, serta Kelas Online dengan berbagai topik menarik di hari Kamis. Bahkan saat pandemi Covid-19, Friends of Pregnant Women juga rutin menggelar Instagram Live, Zoom Class, dan YouTube Live secara rutin setiap minggunya.

“Dengan semua fitur baru ini, diharapkan Teman Bumil dapat lebih optimal mendampingi para ibu milenial dalam perjalanannya membesarkan anaknya, mulai dari kehamilan hingga masa emas tumbuh kembangnya,” jelas Product Manager Teman Bumil, Stephanie. Rengkung.

Dampingi Ibu Milenial dari Merencanakan Kehamilan hingga Merawat Balita

Kehamilan dan membesarkan anak di masa emas tumbuh kembang adalah perjalanan yang panjang dan menantang. Setiap orang tua memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda. Ibu Milenial tidak terkecuali. Meski informasi tentang kehamilan dan pengasuhan anak lebih mudah didapat, bukan berarti tantangannya berkurang.

Sahabat Ibu Hamil hadir untuk mendampingi Bunda di seluruh Indonesia melalui masa-masa terpenting dalam hidup mereka, mulai dari kehamilan, kehamilan, menyusui, hingga merawat balita. Di usianya yang masih 2 tahun, dan telah mengunduh lebih dari 1,3 juta pengguna, Teman Bumil ingin memberikan lebih untuk Bunda Indonesia.

Demikian diungkapkan co-founder Teman Bumil, Robyn Soetikno, "Teman-teman ibu hamil bisa digunakan tidak hanya oleh ibu hamil lho, tapi untuk semua ibu milenial. Jadi, ibu hamil itu kepanjangan dari ibu milenial. Dengan tagline baru yaitu Teman Ibu Milenial, Sahabat Ibu Hamil semakin berkomitmen untuk mendampingi Bunda & # 39; perjalanan dari tahap perencanaan kehamilan, kehamilan, menyusui hingga pemantauan perkembangan anak sampai dengan usia 5 tahun. "

Baca juga: Bunda, Pantau Pertumbuhan dan Perkembangan Si Kecil dengan Aplikasi Teman Hamil yang Hamil

Teman Hamil Yang Hamil Selalu Siap Membantu Bunda Sukses

Salah satu periode penting dalam perjalanan seorang ibu adalah menyusui. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan diberikan secara eksklusif hingga usia 6 bulan.

Meskipun menyusui adalah proses alami, tidak selalu mudah. Sandtra Dewi, artis dan ibu dari 2 anak berbagi pengalaman menyusui anaknya. “Karakter anak berbeda, jadi pengalaman menyusui Rafa dan Mikha berbeda. Setiap orang punya tantangan yang berbeda-beda, apalagi saat saya menyusui Mikha saat Rafa berumur 1 tahun jarak lahirnya dekat,” terangnya.

Setiap ibu, pasti juga punya pengalaman berbeda dalam menemukan. Seperti yang ditunjukkan oleh survei yang dilakukan Teman Bumil. Dalam survei berjudul Kebiasaan Menyusui untuk Ibu Milenial yang diselenggarakan oleh Teman Bumil pada 24 Juli hingga 4 Agustus 2020 ini tercatat 2.211 responden yang berpartisipasi. Sebanyak 52,9% mengaku mengalami tekanan mental saat memberikan ASI. Lebih banyak dari mereka yang mengalami stres fisik seperti kelelahan karena harus begadang merawat bayi yang baru lahir.

Tekanan mental yang dimaksud antara lain, khawatir tidak mendapat cukup ASI, tekanan dari orang-orang di sekitar Anda, dan tidak percaya diri untuk bisa menyusui. Adapun Masalah menyusui yang paling umum adalah puting yang sakit (65%) dan produksi ASI yang berkurang (47,4%).

Karena semua permasalahan tersebut, hampir seluruh ibu milenial dalam survei (98,7%) mengaku membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya yaitu suami, keluarga, dan lingkungan kerja. Tanpa dukungan, mustahil mereka bisa sukses.

Baca juga: Ingin Produksi ASI Lancar? Jangan stres dan selalu bahagia Bu!

Sahabat ibu hamil sangat mendukung proses mengASIhi ini. Bentuk Dukungan Kehamilan Ibu bagi ibu milenial yang sedang menyusui antara lain mengadakan konsultasi dengan ahli laktasi, mengadakan kelas online tentang menyusui, dan memberikan informasi berupa artikel dan video tentang menyusui.

Ameetha Drupadi, spesialis laktasi menjelaskan bahwa untuk berhasil menyusui, Bunda harus mulai mencari informasi dan pengetahuan tentang ASI sejak usia kehamilan 28 minggu.

Dengan mencari informasi, setidaknya Bunda mengetahui pentingnya ASI dan ASI, manfaat ASI bagi ibu dan bayi, cara dan teknik menyusui yang benar, serta cara melakukan IMD saat melahirkan. "Informasi bisa didapat melalui konsultasi ke klinik laktasi dan dokter laktasi, atau mencari informasi seputar ASI di aplikasi Teman Bumil, ”jelas dr. Ameetha.

Baca juga: Masalah Umum di Hari-Hari Pertama Menyusui

Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Ibu Hamil

Menjalani pola makan yang sehat penting untuk semua orang. Namun ketika hamil, kecukupan nutrisi menjadi sangat mendesak karena pertumbuhan janin akan sangat bergantung pada bagaimana status nutrisi Mums. Inilah mengapa perlu memahami nutrisi mana yang paling Mums butuhkan dan dari mana bisa mendapatkannya. Ssssttt, Mums yang sedang program hamil juga penting lho mengetahuinya. Terus scroll down, ya.

Kenapa Nutrisi Sangat Penting selama Hamil?

Sejak pembuahan terjadi hingga saatnya si Kecil dilahirkan, begitu banyak proses krusial yang terjadi dalam tubuh Mums. Apa yang bisa mendukung proses itu agar bisa berjalan lancar? Jawabannya: nutrisi.

Ya, nutrisi adalah pilar utama untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan otak, mencukupi berat badan janin, serta mengurangi berbagai risiko kerusakan otak. Nutrisi pula yang menjamin kesehatan Mums agar tidak sampai mengalami defisiensi zat besi (anemia), mengalami keluhan kehamilan, serta berisiko mengalami komplikasi serius.

Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak berhasil memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya selama kehamilan. Inilah sebabnya ibu hamil perlu mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin dan mineral penting untuk kehamilan secara rutin. Jika dijabarkan, berikut adalah vitamin dan mineral yang wajib Mums penuhi selama hamil:

1. Asam folat

Berbicara tentang nutrisi kehamilan, yang satu ini pasti akan dianjurkan pertama kali. Asam folat merupakan bentuk sintetis dari vitamin B9, yang keberadaannya dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Dan berdasarkan beberapa penelitian, kecukupan asam folat pada wanita saat menjalani program hamil dan selama hamil dapat mencegah kelainan jantung dan cacat lahir pada bayi, seperti bibir sumbing.

Tak hanya itu, asam folat juga berfungsi untuk:

  • Mencegah anemia.
  • Pembentukan dan pemeliharaan sel baru.
  • Pembentukan sel selama kehamilan.
  • Pembentukan DNA & RNA, dua organel sel yang menjadi dasar awal kehidupan.
  • Mencegah neural tube defect, yakni mengurangi risikonya sampai 60-70%.

2. Vitamin D3

Provitamin D terdapat pada kulit dan dengan bantuan sinar matahari akan diubah menjadi vitamin D3. Nah, ada satu fakta mengejutkan tentang vitamin ini, yaitu nyaris semua orang kekurangan vitamin D3! Bahkan, bagi kita yang tinggal di negara tropis dengan matahari bersinar sepanjang tahun. Padahal, vitamin ini banyak sekali perannya untuk metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Beberapa peran penting vitamin D3 adalah:

  • Membantu penyerapan kalsium.

  • Mendukung kinerja saraf, otot, dan sistem imunitas.

  • Membantu pertumbuhan gigi. Perlu Mums tahu, walau masa pertumbuhan gigi si Kecil berlangsung saat ia sudah lahir, sebenarnya tahap pertama pembentukan gigi sudah dimulai sejak usia kehamilan 6 minggu, lho.

  • Selain gigi, vitamin D3 berperan untuk pembentukan tulang bayi, termasuk tulang tengkorak dan rangka.

  • Mempertahankan kehamilan. Vitamin D3 menginduksi perubahan imunologi yang mencegah ibu hamil mengalami keguguran.

3. Zat besi

Selain vitamin, mineral sama pentingnya. Zat mineral yang utama untuk dipenuhi oleh Mums selama hamil adalah zat besi karena tubuh membutuhkannya untuk memproduksi hemoglobin, protein di dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kebutuhan zat besi selama hamil hingga pasca-melahirkan meningkat karena alasan berikut ini:

  • Untuk pembentukan sel darah merah pada janin.
  • Adanya peningkatan volume darah selama kehamilan.
  • Cadangan zat besi pasti kurang dalam tubuh sebelum hamil karena berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak cukup dan seimbang atau karena sehabis sakit.
  • Mengalami keadaan hiperemesis gravidarum (mual-muntah berlebihan) dan sedang mengandung janin lebih dari satu.
  • Kehilangan darah pada saat melahirkan, yang berpotensi menyebabkan anemia.

Defisiensi zat besi nyatanya bukan hal sepele dan bukan hanya menimbulkan anemia. Inilah beberapa risiko serius bagi Mums maupun janin akibat kekurangan nutrisi yang satu ini:

  • Mengalami infeksi.

  • Kelelahan parah.

  • Persalinan prematur.

  • Berat badan lahir rendah.

Baca juga: Tinggi Vitamin C, Bolehkah Bayi Makan Nanas?

4. Kalsium

Berbicara tentang pertumbuhan tulang dan gigi janin, tak bisa dipisahkan dari kalsium. Sama seperti zat lainnya, kebutuhan kalsium meningkat pada saat kehamilan karena janin sangat membutuhkannya untuk pembentukan tulang dan gigi. Namun jangan salah, kalsium juga memegang peran penting untuk pembentukan jantung, otot, dan saraf.

Selain untuk janin, Mums pun membutuhkan asupan kalsium karena berisiko mengalami penurunan kepadatan tulang (osteoporosis).

5. DHA

Docosahexaenoic acid (DHA) adalah bagian dari asam lemak omega-3, yang merupakan pembentuk membran sel otak dan retina mata. Sekitar 60% dari massa otak, terdiri dari lemak (lipid) dan DHA merupakan komponen terbanyak penyusun massa otak.

Asam lemak ini tidak diproduksi dalam tubuh, sehingga kecukupannya sangat tergantung dari bagaimana asupan nutrisi Mums. Dan sayangnya, tidak semua vitamin kehamilan mengandung DHA, sehingga Mums perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk diresepkan vitamin hamil dengan kandungan DHA.

Kecukupan DHA yang dimulai sejak si Kecil di dalam rahim, nyatanya akan menguntungkannya hingga ia dewasa, lho. Pasalnya, DHA mendukung perkembangan optimal otak, mata, sistem kekebalan tubuh, dan sistem saraf.

Lalu pada trimester ketiga, perkembangan otak berada dalam tahap finalisasi, sehingga asupan DHA benar-benar diutamakan. Jika defisiensi DHA terjadi, masalah yang bisa timbul adalah depresi pasca-persalinan.

Baca juga: Penyebab Bibir Pecah-Pecah, Benarkah Kurang Vitamin?

Berbedakah Multivitamin untuk Ibu Hamil dan Multivitamin Biasa?

Tentu saja berbeda. Vitamin prenatal adalah kombinasi berbagai jenis vitamin yang memang diformulasikan khusus sesuai kebutuhan ibu hamil. Jadi jika dibandingkan dengan multivitamin pada umumnya, kandungan vitamin dan mineral dalam vitamin prenatal memang dapat membantu memenuhi kebutuhan Mums selama hamil.

Dari sekian banyak pilihan, Folamil mengandung berbagai nutrisi mikro untuk membantu memenuhi nutrisi Mums selama hamil hingga menyusui. Dalam kemasan kapsul lunak dan tidak berbau amis, Folamil Gold dan Folamil Genio mengandung komposisi vitamin dan mineral yang lengkap. Dengan pola makan sehat dan mengonsumsi vitamin prenatal secara teratur, mulai dari fase awal kehamilan, nutrisi Mums dan janin pun selalu cukup dan seimbang! (AS)

Baca juga: Berkenalan dengan Beta-Karoten, Vitamin A yang Aman untuk Ibu Hamil

Sumber:

American Pregnancy. Pregnancy Vitamins.

Self. Vitamins and Minerals During Pregnancy.

Mayo Clinic. Pregnancy Week by Week.

Persalinan Normal pada Ibu Hamil Bermata Minus, Menyebabkan Kebutaan?

Memiliki gangguan penglihatan rabun jauh, miopi, atau mata minus, sudah lama diyakini menjadi penutup jalan untuk bisa melahirkan normal. Proses mengejan dalam proses persalinan pervaginam spontan, kabarnya akan menyebabkan efek yang serius pada retina sehingga menyebabkan kebutaan. Benarkah itu? Kabar baiknya, hal tersebut ternyata tidak terbukti secara medis. Yuk, baca informasinya lebih lanjut, Mums!

Kehamilan Memengaruhi Penglihatan

Tidak diragukan lagi, kehamilan memang sebuah fase perubahan yang besar untuk Mums. Dalam kurang lebih 40 minggu, bukan hanya organ reproduksi yang bekerja keras dan berubah, setiap bagian tubuh Mums ikut terimbas pula, termasuk penglihatan.

Kehamilan dapat memicu perubahan pada mata dan penglihatan karena fluktuasi hormon, metabolisme, retensi cairan, sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa gangguan penglihatan yang bisa terjadi selama kehamilan, seperti:

  • Perubahan kornea

Perubahan hormon ikut memengaruhi kelengkungan dan ketebalan (edema) kornea, yang menyebabkan intoleransi terhadap lensa kontak. Selain itu, perubahan yang terjadi secara alami pada kornea dapat membuat pemakaian lensa kontak menjadi sulit dan menyembunyikan potensi infeksi atau beberapa cedera kecil di tempat-tempat yang tidak mudah dideteksi.

  • Ketajaman visual

Beberapa ibu hamil mengeluhkan penglihatan mereka menjadi atau semakin kabur sejak hamil. Hal ini diakibatkan akibat adanya perubahan penglihatan (refraksi), sehingga Mums merasa harus mengganti lensa kacamata atau membutuhkan kacamata untuk bisa melihat dengan jelas.

  • Fotofobia

Sakit kepala dan migrain karena perubahan hormon dapat menyebabkan sensitivitas yang besar terhadap cahaya.

  • Pre-eklampsia

Selain ditunjukkan dengan tekanan darah tinggi selama hamil, gejala umum pre-eklampsia yang perlu diwaspadai adalah penglihatan kabur. Hal ini bisa juga disertai dengan sakit kepala, fotopsia (mata seperti terpapar kilat blitz kamera), dan diplopia (penglihatan ganda).

  • Retinopati serosa sentral

Adalah kaburnya penglihatan secara tiba-tiba akibat adanya cairan yang merembes dari bagian belakang retina. Hal ini bisa terjadi pada kedua atau salah satu mata saja, dan umumnya terjadi di trimester tiga.

  • Munculnya/memburuknya rabun jauh

Jika sebelumnya Mums tidak memiliki gangguan penglihatan, atau kacamata yang biasa digunakan tidak sejelas biasanya, hal ini umum terjadi akibat adanya perubahan hormon.

Semua gangguan penglihatan di atas, bersifat sementara dan akan kembali seperti sedia kala setelah Mums telah melahirkan. Walau begitu, pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata selama hamil sangat dianjurkan sebagai tindakan pencegahan yang penting. Meskipun pada kenyataannya, secara umum, kebanyakan ibu hamil menghindarinya.

Baca juga: Jangan Menunggu Vaksin Covid-19, Tetap Lakukan Kebiasaan Ini Setiap Hari!

Persalinan Normal Sebabkan Kebutaan, Hoaks!

Rabun jauh terjadi akibat ketidakmampuan mata untuk memfokuskan cahaya pada retina mata. Akibatnya, penglihatan akan kabur saat melihat objek yang jauh. Gangguan penglihatan ini, pada kenyataannya bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, namun juga berimbas pada metode persalinan. Ibu hamil yang menderita rabun jauh, apalagi dengan level minus tinggi, percaya bahwa persalinan normal bukanlah pilihan lagi.

Ketakutan untuk melahirkan normal pada ibu hamil dengan rabun jauh, juga terlihat pada penelitian yang dilakukan oleh University Clinical Hospital Rijeka di Kroasia. Selama lebih dari 10 tahun, jumlah ibu hamil dengan mata minus 1,5 kali lebih banyak yang bersalin caesar, dibandingkan ibu hamil yang tidak menderita miopi. Prevalensi melahirkan caesar bahkan jauh lebih besar bagi ibu hamil yang memiliki mata minus tinggi atau minus berat, yaitu lebih dari 6+ D.

Hal ini didasarkan pada kepercayaan lama yang memperkirakan bahwa selama tahap mengejan, ibu hamil yang menderita rabun jauh berisiko mengalami ablasi retina (lepasnya retina), lalu dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen atau kebutaan. Namun nyatanya, secara mekanis ataupun fisiologis, tidak ada bukti penelitian yang dapat mendukung kepercayaan lama ini. Selama bertahun-tahun, penelitian telah menunjukkan bahwa meski tekanan vena di mata meningkat ketika Mums mengejan selama persalinan, tidak ditemukan perubahan dalam retina pasca-persalinan atau kebutaan. Penemuan ini bahkan juga berlaku untuk ibu hamil dengan tingkat minus tinggi.

Baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Jantung Akibat Hipertensi

Jika tak benar, lalu mengapa masih ada ibu hamil dengan minus tinggi disarankan untuk bersalin caesar, bukan normal? Hal ini didasarkan atas ketebalan retina yang bervariasi pada masing-masing individu. Setelah melalui pemeriksaan dokter spesialis mata, ibu hamil dengan retina yang lebih tipis, tentu saja dapat lebih mudah robek jika ada perubahan dan tekanan di dalam mata. Sehingga, akan disarankan untuk bersalin dengan metode caesar.

Maka dari itu, ibu hamil yang mengalami retinopati diabetik (gangguan penglihatan akibat tingginya kadar gula dalam darah) sekalipun, tidak diwajibkan untuk bersalin secara caesar, karena semua tergantung pada ketebalan retinanya. Karena hingga kini, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa persalinan menyebabkan kebutaan. Jadi, jika Mums memiliki mata minus dan ingin tetap bersalin normal, segeralah untuk memeriksakan kondisi mata Mums secara keseluruhan pada dokter spesialis mata. Bersama dengan dokter obgyn, dokter spesialis mata akan menyarankan metode persalinan apa yang aman untuk Mums jalani.

Baca juga: 5 Latihan Mudah untuk Persiapan Persalinan Normal

Sumber:

NCBI. The Effect of Normal Childbirth on Eyes.

Mom Junction. Most Common Reasons For Vision Changes After Pregnancy.

Nature. Breaking the Myopia Myth.

Pilihan Obat Pereda Sakit yang Aman untuk Ibu Menyusui

Salah satu tantangan & # 39; & # 39; yang sering ditemui ibu menyusui adalah minum obat saat menyusui. Karena obat adalah senyawa kimia yang dapat didistribusikan atau dimasukkan ke dalam ASI, ibu yang menyusui tidak boleh sembarangan meminum obat seperti orang yang tidak menyusui.

Sebagai seorang apoteker dan juga seorang ibu yang telah menyusui, saya sangat akrab dengan kesulitan ini & # 39 ;. Pada prinsipnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam konsumsi obat oleh pasien menyusui.

Pertama, apakah obat tersebut didistribusikan dalam ASI atau tidak. Beberapa senyawa obat tidak ditemukan dalam ASI, sehingga mereka tidak akan dikonsumsi oleh bayi yang disusui sehingga dalam hal ini, obat tersebut dapat dikatakan cukup aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kedua, jika obat tersebut ditemukan dalam ASI, seberapa jauh bahaya yang akan timbul bagi bayi yang minum susu yang mengandung obat tersebut? Jika tidak ada efek samping berbahaya bagi bayi yang disusui, maka biasanya obat tersebut masih dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika suatu obat dapat mempengaruhi produksi ASI, baik itu mengurangi atau meningkatkan produksinya.

Baca juga: 7 Mitos Menyusui yang Harus Diketahui Ibu!

Pereda Nyeri yang Aman untuk Ibu Menyusui

Salah satu keluhan yang sering dialami ibu menyusui adalah nyeri, baik itu sakit kepala, nyeri otot atau persendian, sakit gigi atau gusi, dan lain-lain. Karena rasa sakit dapat menghalangi produktivitas seseorang, penghilang rasa sakit atau analgesik dapat menjadi jawaban untuk mengurangi rasa sakit ini agar dapat kembali beraktivitas.

Untuk ibu menyusui, ada dua penghilang rasa sakit yang dapat digunakan dan umumnya tidak memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi yang disusui.

1. Paracetamol

Pilihan pertama dan terpenting dari penghilang rasa sakit atau analgesik untuk ibu menyusui adalah parasetamol atau asetaminofen. Paracetamol tersedia dalam bentuk tablet dengan berbagai kekuatan dosis, antara 350 dan 650 mg. Parasetamol juga sering hadir sebagai kombinasi dengan obat-obatan lain seperti flu dan batuk. Jika parasetamol akan digunakan murni sebagai pereda nyeri, maka pastikan ibu memilih obat yang hanya mengandung parasetamol, ya!

Paracetamol dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter. Aturan penggunaan yang disarankan adalah 1 tablet (500 hingga 650 mg) setiap 4 hingga 6 jam. Dalam sehari, konsumsi maksimum parasetamol yang disarankan adalah 3.250 mg. Penggunaan parasetamol melebihi dosis yang disarankan dapat menyebabkan kerusakan hati.

Selain sebagai pereda nyeri, parasetamol atau asetaminofen juga memiliki fitur penurun demam sehingga sangat cocok digunakan sebagai pilihan pertama untuk meredakan demam bagi ibu menyusui.

Baca juga: 7 Fakta Obat Paracetamol yang Harus Anda Ketahui

2. Ibuprofen

Ibuprofen juga dapat digunakan sebagai opsi penghilang rasa sakit untuk ibu menyusui. Ibuprofen dalam bentuk tablet dengan kekuatan 200 mg adalah obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

Untuk mengatasi rasa sakit, aturan praktis yang dianjurkan untuk ibuprofen adalah 200 hingga 400 mg setiap 6 jam, dengan konsumsi maksimum 1.200 mg dalam 24 jam. Ibuprofen tidak direkomendasikan untuk konsumsi terus menerus selama lebih dari 10 hari berturut-turut. Ibuprofen tidak boleh dikonsumsi pada waktu perut kosong karena dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.

Ibuprofen adalah obat yang termasuk dalam kelas obat obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID. Obat lain dalam kelas NSAID termasuk asam mefenamat, natrium diklofenak, dan metampiron. Obat-obatan ini juga tersedia secara luas sebagai penghilang rasa sakit, tetapi harus diresepkan oleh dokter. Tetapi untuk ibu menyusui, pilihan pertama untuk menghilangkan rasa sakit dari NSAID masih ibuprofen karena sudah ada banyak data yang dapat membuktikan keamanannya pada bayi yang disusui.

Ibu yang sedang menyusui, itu adalah dua obat yang aman digunakan untuk mengobati rasa sakit. Paracetamol dan ibuprofen adalah obat yang dapat diperoleh secara bebas tanpa resep dokter, dan jika digunakan sesuai dengan aturan dan cara penggunaan yang disarankan relatif aman dan tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada bayi yang disusui sehingga menyusui masih dapat dilakukan jika mengambil obat ini.

Jangan lupa untuk selalu memeriksa kemasan, label, nomor izin distribusi, dan tanggal kedaluwarsa obat sebelum dikonsumsi. Jika rasa sakit berlanjut meskipun menggunakan obat dengan dosis maksimum, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda lebih lanjut. Salam sehat!

Baca juga: Sakit Kepala, Mengambil Paracetamol atau Ibuprofen?

Referensi:

Basis Data Obat dan Laktasi. Perpustakaan Kedokteran Nasional, AS.

Aturan Aman Minum Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Selain menyegarkan, air kelapa memang terkenal dengan berbagai manfaat kesehatannya, termasuk untuk wanita hamil. Apalagi menurut tradisi yang sudah turun temurun, air kelapa dipercaya bermanfaat bagi janin dan persalinan. Meski begitu, jangan lupa, semua hal baik bisa berubah berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Sekarang, khusus untuk konsumsi air kelapa untuk wanita hamil, lihat informasi berikut, mari.

Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Ketika berbicara tentang air kelapa, rasanya tidak lengkap jika Anda tidak membahas manfaatnya, ya. Nah, bagi para Ibu yang tidak tahu manfaat apa yang bisa didapat dengan mengonsumsi air kelapa, berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat kandungan vitamin dan antioksidan di dalamnya.

2 Kandungan serat yang tinggi membantu mengatasi masalah konstipasi yang sering terjadi selama kehamilan.

3. Seimbangkan kadar asam urat dalam tubuh dan membersihkan racun dalam tubuh.

4. Mengganti hilangnya kadar elektrolit dalam tubuh karena muntah hebat yang terjadi pada trimester pertama. Jika kadar elektrolit di bawah normal, wanita hamil akan sangat rentan terhadap dehidrasi.

5. Menyegarkan tubuh berkat kandungan kalium dan fosfor.

6. Sebagai diuretik alami, air kelapa meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga menghilangkan racun berbahaya dan membersihkan saluran kemih. Ini juga bisa menghindari risiko infeksi saluran kemih yang biasa dialami wanita hamil.

7. Meringankan keluhan mulas karena perubahan hormon selama kehamilan.

8. Memberikan resistensi dari infeksi.

Baca juga: Mau Kurus, Coba Diet Chili!

Ibu cukup banyak, keutamaan air kelapa untuk ibu hamil. Tapi, itu belum semuanya, Anda tahu. Selanjutnya adalah info.

9. Kadar elektrolit yang rendah memicu peningkatan tekanan darah. Mengkonsumsi air kelapa dapat membantu meningkatkan kadar kalium, magnesium, dan asam laurat, yang dapat mengatur tekanan darah, serta menyehatkan jantung.

10. Karena wanita hamil mudah merasa panas, keinginan untuk minum minuman dingin dan manis tidak bisa dihindari. Air kelapa dapat memenuhi Ibu & # 39; keinginan untuk makan sesuatu yang manis, tanpa meningkatkan kadar gula darah. Dalam 100 ml air kelapa hanya mengandung 2,1 gram gula, yang lebih rendah dari minuman energi lainnya. Kadar gula yang rendah dalam air kelapa juga tidak akan menambah berat kehamilan dan mengurangi risiko terkena diabetes gestasional.

11. Asupan yang baik pada trimester ketiga untuk meningkatkan volume cairan ketuban dan volume darah.

12. Meskipun kandungan mineral dalam air kelapa tidak setinggi suplemen multivitamin, air kelapa baik untuk menambah nutrisi ibu selama kehamilan. Kandungan magnesium di dalamnya berkontribusi untuk mengurangi risiko pre-eklampsia serta risiko bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Sementara itu, kalsium di dalamnya mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin serta menjaga kepadatan tulang Ibu.

13. Membantu meningkatkan elastisitas kulit karena melembabkan tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian, risiko memperluas stretch mark dapat dikurangi, meskipun perlu diingat bahwa stretch mark sangat genetik dan tidak dapat dihindari sama sekali.

Baca juga: Usia Memasuki 40 Tahun, Gairah Seksual Pria Semakin Redup?

Air kelapa memang bermanfaat, asalkan …

Dengan serangkaian manfaat kesehatan dalam air kelapa, jangan lupa bahwa Anda masih perlu memperhatikan aturan aman minum air kelapa saat hamil. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu adalah:

1. Mengkonsumsi air kelapa bersama dengan minuman / asupan lain yang tinggi kalium atau natrium, dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

2. Air kelapa mengandung natrium fosfat yang memiliki efek pencahar. Jadi, segera hentikan konsumsi air kelapa jika ibu mengalami gangguan pencernaan atau diare.

3. Manfaat air kelapa dapat diperoleh secara optimal hanya jika ibu mengkonsumsi air kelapa segar tanpa tambahan gula. Jadi, konsumsilah air kelapa yang baru dipotong, bukan air kelapa kemasan.

4. Batasi jumlah air kelapa hingga tidak lebih dari dua gelas sehari. Ini untuk mencegah kelebihan kadar natrium dan kalium dalam tubuh.

5. Jika Ibu berencana melahirkan melalui operasi caesar, beberapa dokter menyarankan untuk berhenti minum air kelapa dua minggu sebelumnya. Sebab, kandungan elektrolit dalam air kelapa berpotensi mengganggu stabilitas tekanan darah sebelum dan sesudah operasi.

Baca juga: Tidak Perlu Panik, Begini Cara Mengatasi Pilek pada Bayi Baru Lahir

Sumber:

Tangisan Pertama. Air Kelapa Selama Kehamilan.

Persimpangan Mom. Air kelapa.

Kenali 5 Buah yang Paling Dianjurkan Untuk Ibu Hamil

Buah yang paling direkomendasikan untuk wanita hamil umumnya adalah buah dengan nutrisi lengkap, seimbang, dan baik untuk perkembangan janin di dalam rahim. Buah-buahan yang dimaksud umumnya buah-buahan yang mengandung nutrisi seperti vitamin, mineral, zat besi, kalsium, dan beberapa nutrisi penting lainnya.

Perlu Anda ketahui, dalam kondisi kehamilan, seorang ibu memang membutuhkan beragam nutrisi untuk perkembangan janin. Dari semua nutrisi yang dibutuhkan oleh wanita hamil, beberapa nutrisi memang ada dalam buah.

Fungsi Vitamin C

Namun terlepas dari itu, buah yang dimaksud harus segar, bersih, dan tidak mengandung bahan kimia dalam bentuk pestisida atau sejenisnya.

Jenis Buah untuk Wanita Hamil

Pada dasarnya, hampir semua itu baik untuk wanita yang sedang hamil. Pasalnya, dalam buah itu sendiri memang mengandung berbagai macam nutrisi yang baik untuk tubuh.

Namun, dari semua buah-buahan, hanya sedikit yang terbaik dan direkomendasikan untuk wanita hamil. Nah, adapun buah yang dimaksud adalah:

  • apel

Siapa yang tidak tahu apel? Mungkin semua manusia akrab dengan buah manis ini. Ya, apel sendiri dikenal karena kemanisannya. Namun, di balik rasanya yang manis, apel sendiri mengandung nutrisi, seperti Vitamin A, Vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan vitamin B9. Vitamin dari buah untuk wanita hamil adalah vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, terutama tubuh wanita hamil.

Baca: Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Kecantikan

  • Alpukat

Buah yang satu ini sebenarnya kurang enak jika dikonsumsi langsung. Tetapi jika sudah diolah menjadi jus, buah yang satu ini terasa enak dan enak. Selain enak dan lezat, alpukat sendiri mengandung beberapa nutrisi, seperti asam folat dan vitamin kompleks yang berguna untuk memperlancar perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin.

  • Tanggal

Jika menurut Anda tanggal cocok untuk Ramadan, Anda salah. Alasannya, buah untuk wanita hamil memiliki beberapa kandungan gizi, seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan beberapa nutrisi lain yang tidak boleh dilewatkan. Tidak hanya itu, dengan kandungan tersebut, kurma sendiri sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena mereka dapat mengatasi kram perut dan menguatkan kandungannya.

  • Manggis

Manggis adalah salah satu buah paling berguna di dunia. Ini terbukti dari adanya ekstraksi kulit manggis untuk pengobatan beberapa penyakit. Namun, selain diekstrak untuk obat, daging manggis itu sendiri mengandung vitamin C dan asam folat yang kuat. Pada kehamilan, kandungan vitamin C dan asam folat dalam buah untuk wanita hamil umumnya digunakan untuk meningkatkan elastisitas dan daya tahan kulit.

Baca: 9 Fungsi dan Efek Kekurangan Vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12 C, D, E, K

  • Buah naga

Buah ini adalah tahun populer terakhir. Karena selain enak, buah naga sendiri mengandung vitamin C tinggi dan sangat baik untuk wanita hamil. Sebab, dengan kandungan vitamin C buah naga, kondisi kehamilan Anda akan tetap terjaga dan terbebas dari segala macam penyakit.

Baca: 6 Jenis Vitamin dan Fungsinya bagi Tubuh Manusia

Pokoknya, yang perlu Anda ingat, buah untuk wanita hamil adalah buah yang umumnya direkomendasikan oleh dokter. Sementara itu, untuk beberapa buah lainnya baik dan bermanfaat. Namun, jika dibandingkan dengan buah-buahan di atas, buah-buahan lain umumnya tidak memiliki kandungan gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu selama kehamilan.

Scroll to top