sewa ambulance

Tubuh

5 Tips untuk Perempuan Menjaga Kesehatan Tulang dan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal

Selama waktu Batasan Sosial Skala Besar (PSBB), masyarakat disarankan untuk tidak keluar rumah untuk menghentikan penyebaran virus COVID-19. Tinggal di rumah membuat seseorang membatasi aktivitas fisiknya, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya. Ini juga berdampak pada kesehatan dan daya tahan tulang. Memasuki era normal baruPenting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tulang, terutama bagi wanita di atas usia 35 tahun.

Hubungan antara aktivitas fisik, kesehatan tulang, dan wanita

menjaga kesehatan tulang untuk wanita

Beberapa orang lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah ketika berolahraga. Selain mendapat tampilan berbeda, Anda juga bisa bergaul dengan teman-teman lain. Sayangnya, ini tidak dapat dilakukan secara bebas selama PSBB.

Kebanyakan orang menghabiskan waktu di rumah. Kondisi ini menyebabkan aktivitas fisik seseorang menurun. Padahal, aktivitas fisik merupakan upaya penting dalam menjaga kesehatan tulang, terutama bagi wanita berusia 35 tahun ke atas.

Kesehatan tulang adalah bagian vital yang memengaruhi kesehatan seseorang. Ketika seseorang terbiasa dengan gaya hidup yang menetap atau kurangnya aktivitas fisik menyebabkannya kehilangan massa tulang.

Jika tidak mengubah gaya hidupnya, ini dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu kondisi ketika tulang kehilangan massa, membuatnya mudah patah dan retak.

Osteoporosis dapat menyerang siapa saja, terutama wanita. Mengapa wanita menjadi sorotan? Sebab, semua wanita akan memasuki tahap menopause. Selama menopause, hormon estrogen wanita menurun dan ini dapat memengaruhi hilangnya massa tulang. Proses alami ini membuatnya wanita lebih rentan terhadap osteoporosis.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Sistem kekebalan yang lemah dapat membuat Anda lebih rentan terhadap pilek, batuk, atau penyakit lainnya.

Karena itu, wanita perlu memperhatikan dan menjaga kesehatan tulang untuk mencegah osteoporosis. Salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik.

json = & # 39; {"targeting": {"Post":[“MidBanner2”]}} ’>

Selain memperkuat otot, aktivitas fisik juga berdampak pada penguatan sistem kekebalan tubuh. Selama pandemi COVID-19, tentu saja, dibutuhkan sistem kekebalan yang kuat yang tidak mudah sakit.

Menjaga kesehatan dan ketahanan tulang bagi wanita saat normal baru

Sekarang, Anda tahu betapa pentingnya menjaga kesehatan dan ketahanan tulang untuk wanita selama era ini normal baru. Agar keduanya bisa dijaga dengan baik, ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat di rumah.

1. Olahraga

tips berolahraga selama menstruasi

Lakukan olahraga atau aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. Pilih olahraga yang Anda sukai agar tetap termotivasi. Misalnya yoga, bersepeda di sekitar komplek rumah, jalan pagi, dan senam.

Jurnal Kedokteran Missouri menyarankan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik dengan risiko cedera minimal. Melakukan olahraga dapat memperkuat otot, meningkatkan keseimbangan tubuh, dan menjaga kesehatan tulang, terutama bagi wanita.

Tidak hanya itu, olahraga juga mendukung penguatan sistem kekebalan tubuh. Olahraga dapat meningkatkan antibodi dan mengoptimalkan kerja sel darah putih dalam melawan infeksi.

2. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Tubuh tidak dapat memproduksi vitamin D secara mandiri. Cara mudah untuk merangsang produksi Vitamin D tubuh adalah berjemur di bawah sinar matahari. Cukup berjemur di bawah sinar matahari tidak langsung, misalnya duduk menghadap ke jendela selama 5-15 menit, setidaknya dua hingga tiga kali setiap minggu. Biarkan sinar matahari menyinari wajah, tangan dan kaki sehingga tubuh mendapat cukup vitamin D.

Vitamin D adalah salah satu nutrisi penting yang berperan dalam memperkuat tulang, gigi, dan otot. Lebih jauh, vitamin D dapat membantu kerja sel darah putih dan sel kekebalan dalam melindungi tubuh dari infeksi penyakit.

Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, sinar matahari juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Sinar matahari membantu kerja hormon melatonin yang berfungsi membuat Anda tidur nyenyak dan mendukung kebugaran fisik keesokan harinya.

Sinar matahari yang cukup juga membuat Anda lebih bahagia dan mengurangi risiko depresi. Ini karena matahari merangsang pelepasan hormon serotonin yang membuat mood tetap terjaga. Dengan begitu, sinar matahari memiliki peran yang baik dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

3. Pertahankan berat badan

kenaikan berat badan karena obat-obatan

Mempertahankan berat badan dapat mendukung sistem muskuloskeletal, yang merupakan sistem yang memungkinkan setiap manusia untuk bergerak dan melibatkan otot, tulang, dan persendian. Berat badan yang seimbang dapat membuat tulang lebih sehat, didukung oleh asupan makanan yang sehat dan aktivitas fisik.

Selain itu, berat badan yang seimbang dan menghindari obesitas dapat mendukung daya tahan tubuh untuk bekerja secara optimal.

Pada orang gemuk, sistem kekebalan tubuh menjadi lemah. Misalnya, produksi sitokin (protein untuk melawan infeksi) menurun. Itu menyebabkan orang gemuk lebih rentan terhadap risiko penyakit.

Namun, ini bisa dicegah ketika Anda menjaga berat badan seimbang dengan beradaptasi dengan gaya hidup sehat selama PSBB. Dengan begitu, metode ini mampu menjaga daya tahan dan kesehatan tulang bersama, terutama bagi wanita.

4. Konsumsi asupan bergizi

menjaga kesehatan tulang untuk wanita

Nutrisi dalam makanan membantu menjaga kesehatan tulang dan memperkuat sistem kekebalan tubuh wanita. Selalu sertakan berbagai buah dan sayuran dalam menu sehari-hari. Zat gizi mikro dalam sayuran dan buah-buahan dapat meningkatkan respons sel imun dalam merespons infeksi penyakit.

Selain buah dan sayuran, Anda bisa mendapatkannya kalsium dan vitamin D dari berbagai asupan, seperti salmon, tuna, mackerel, dan susu kedelai. Vitamin D dan kalsium bekerja bersama untuk menyediakan kekuatan tulang dan membantu penyerapan kalsium.

5. Minum suplemen kalsium

menjaga kesehatan tulang untuk wanita, vitamin D

Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi setiap hari untuk merangsang tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Padahal, vitamin D yang didapat dari sinar matahari pagi bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Kekurangan vitamin D dapat berdampak pada penurunan kekebalan tubuh, serta meningkatkan risiko patah tulang dan patah tulang.

Jika tidak setiap kali Anda berjemur di bawah sinar matahari, Anda bisa memiliki risiko kekurangan vitamin. Namun tidak perlu khawatir, Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan vitamin D bersama suplemen kalsium organik yang juga mengandung ester C dan vitamin D3. Esther C. adalah salah satu bentuk vitamin C yang diformulasikan dengan kalsium askorbat sehingga dapat mengurangi efek samping dari sakit perut.

Kalsium organik dalam suplemen menjadi komponen utama ini dapat menguatkan tulang dan gigi. Kemudian, ester C dapat meningkatkan daya tahan dan mencegah infeksi seperti infeksi pernapasan. Sementara itu, vitamin D3 bermanfaat dalam meningkatkan penyerapan kalsium.

Cari suplemen kalsium yang ramah untuk lambung dan mudah dicerna, membuatnya lebih mudah bagi tubuh untuk menuai manfaat kesehatannya dari waktu ke waktu. normal baru di tengah pandemi COVID-19.

Jangan biarkan kondisi pandemi mengganggu kesehatan Anda. Terapkan lima tips di atas untuk menjaga kesehatan dan ketahanan tulang bagi wanita produktif yang hebat.

Posting 5 Kiat untuk Wanita Menjaga Kesehatan dan Daya Tahan Tulang di Periode Normal Baru muncul pertama kali di Hello Sehat.

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Banyak orang mencari cara untuk memperkuat daya tahan tubuh, terutama di tengah pandemi COVID-19. Ada beberapa bahan tradisional yang menjadi pilihan favorit orang Indonesia, seperti jahe, daun kelor, jintan hitam, Curcuma, atau meniran. Salah satu suplemen tradisional yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah jamur Cordyceps.

Bagaimana cara kerja jamur Cordyceps dalam memerangi penyakit dan memperkuat kekebalan tubuh?

Kenali senyawa aktif dan sistem kerja jamur Cordyceps dalam memerangi infeksi

Jamur Cordyceps meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Cordyceps (liar) adalah jamur parasit dari beberapa jenis serangga. Jamur biasanya menggunakan sisa makanan pada tubuh serangga.

Jamur Cordyceps digunakan sebagai obat tradisional di Asia Timur, karena khasiatnya yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cordyceps militaris juga digunakan untuk mengobati kanker, kejang tonik, dan penyakit lainnya.

Ada beberapa senyawa aktif yang ditemukan dalam jamur Cordyceps.

  • Polisakarida
  • Adenosin
  • Cordycepin
  • Asam amino
  • Asam lemak

Senyawa aktifnya adalah antioksidan, antiinflamasi, dan antioksidan. Dari berbagai penelitian di dalam dan luar negeri, jamur Cordyceps ini diduga mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal virus.

Adenosine dan cordycepin pada jamur ini memiliki struktur yang mirip dengan obat virus Galidesivir. Obat ini adalah terapi untuk 20 jenis virus RNA, seperti filovirus, togavirus, arenavirus, virus corona, dan lainnya dalam tes laboratorium. Meskipun, obat ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut untuk menentukan efeknya pada manusia.

Selain itu, senyawa adenosin dalam jamur Cordyceps juga memiliki sifat sebagai vasodilator dalam tubuh. Vasodilator adalah obat yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan mencegah penyempitan pembuluh darah dan arteri.

Senyawa aktif ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas tubuh. Pelajari lebih lanjut, ketahui manfaatnya dan bagaimana jamur Cordyceps bekerja dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal penyakit.

1. Meningkatkan daya tahan

sistem imun

Sistem kekebalan tubuh dapat didukung melalui suplemen Cordyceps militaris. Beberapa penelitian seperti dari jurnal Polimer Karbohidrat pada tahun 2014 oleh Jong Seok Lee dan timnya, kata polisakarida dari jamur Cordyceps membantu melindungi sel-sel tubuh dari infeksi virus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selanjutnya, Berdasarkan penelitian dari jurnal yang sama pada tahun 2007 dikatakan, Jamur Cordyceps dikembangkan dalam kecambah kedelai mendukung fungsi imunoregulator atau mengatur sistem kekebalan tubuh. Lebih lanjut disebutkan, jamur mampu memperbaiki jaringan yang rusak di paru-paru. Ini membawa keuntungan untuk memperkuat daya tahan tubuh ketika terserang infeksi virus.

Polisakarida jamur Cordyceps memiliki sifat antioksidan. Antioksidan dalam jamur dapat merangsang kerja makrofag, sebagai salah satu jenis sel darah putih yang bertugas memerangi infeksi virus. Dengan begitu, jamur Cordyceps dapat mengobati kesehatan paru-paru.

2. Menangkal peradangan

proses inflamasi

Jamur Cordyceps juga memiliki manfaat untuk menghambat reaksi berlebihan terhadap sistem kekebalan tubuh tubuh ketika diserang oleh virus, berkat sifat anti-inflamasi atau anti-inflamasi. Virus tertentu yang masuk dapat membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan karena produksi sitokin yang tinggi, menyebabkan peradangan.

Disebutkan dalam Jurnal Analisis Makanan dan Obat-obatan, Jamur Cordyceps dapat menghambat aktivitas sitokin yang menyebabkan peradangan. Dengan begitu, melalui jamur Cordyceps, tubuh mendapat bantuan untuk mencegah infeksi virus, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

3. Mencegah infeksi virus

Novel coronavirus menyebabkan pneumonia

Senyawa Cordycepin dalam jamur Cordyceps termasuk suplemen herbal yang antivirus, sehingga membantu menangkal infeksi virus. Menurut Yechiel Backer, dalam bukunya yang berjudul Agen Antiviral dari Sumber Alamicordycepin yang diproduksi oleh jamur berkhasiat sebagai antivirus.

Konten tersebut berfungsi untuk menghambat perkembangan virus, seperti rhinovirus, poliovirus, sendai virus dan Newcastle Disease Virus. Dalam penelitian lain, cordycepin dapat digunakan dalam pengobatan gangguan sistem pernapasan, seperti virus parainfluenza.

Tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sifat-sifat jamur Cordyceps dapat dipertimbangkan untuk membantu mencegah penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jamur Cordyceps, langkah tradisional untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Jamur Cordyceps meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Meskipun masih ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut dan uji klinis, jamur Cordyceps militaris memiliki potensi yang baik untuk membantu menangkal berbagai virus. Dari sifat-sifat yang telah disebutkan, senyawa aktif dalam jamur juga berperan tingkatkan sistem pertahanan tubuh dan mencegah infeksi virus, terutama untuk merawat kesehatan sistem pernapasan.

Cordyceps sebagai suplemen tradisional juga baik dikonsumsi untuk menjaga kekebalan tubuh, terutama di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Keefektifan jamur ini telah dijelaskan dalam beberapa penelitian karena jamur Cordyceps diklasifikasikan sebagai suplemen berbasis alami, sehingga dapat dikonsumsi dalam jangka panjang.

Berita baiknya adalah jamur cordyceps sekarang dapat dikembangbiakkan di Indonesia melalui teknologi kultur jaringan, yang merupakan metode pemuliaan alami dengan mengisolasi bagian-bagian dari jamur dan tumbuh dalam media terkondisi yang steril.

Keuntungan dari metode ini adalah bahwa waktu pengembangbiakan lebih singkat, hanya 2 bulan, bahan aktifnya berkhasiat, dipelihara dan stabil untuk semua tanaman, bebas dari kontaminasi (logam berat dan zat berbahaya lainnya) dan harga jamur menjadi lebih terjangkau.

Pos Cordyceps Militaris Mushroom Membantu Meningkatkan Daya Tahan muncul pertama di Hello Healthy.

Mikro Mineral: Kecil Tapi Berdampak Besar Bagi Tubuh

Kata mineral mungkin kurang trendi daripada vitamin. Geng yang sehat tahu lebih banyak tentang vitamin dan manfaatnya bagi tubuh karena informasi tentang vitamin lebih sering diberikan.

Tahukah Anda Geng Sehat, ternyata mineral itu tak kalah pentingnya untuk menjaga kesehatan tubuh. Tubuh menggunakan mineral untuk berbagai pekerjaan, termasuk menjaga tulang, otot, jantung, dan otak Anda berfungsi dengan baik. Mineral juga penting untuk membuat enzim dan hormon.

Secara garis besar, mineral terbagi menjadi 2 (dua), yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar, sedangkan mineral mikro adalah jenis mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil.

Mineral makro lebih sering terdengar seperti kalsium, fosfor, natrium dan magnesium daripada mineral mikro. Padahal mineral mikro tidak kalah penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Meski jumlahnya kecil, jika kekurangan mineral ini, efek negatifnya pada tubuh bisa sangat besar.

Baca juga: Mengenal Vitamin dan Mineral yang paling dibutuhkan Tubuh

Apa itu Essential Micromineral?

Mineral mikro ini tidak diproduksi oleh tubuh, jadi Anda harus mendapatkannya melalui makanan. Karena itu Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) menyatakan mineral mikro di bawah ini sangat penting.

1. Besi (Fe)

Geng mineral mikro yang satu ini tentunya memiliki akrab karena manfaatnya untuk pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan otot. Kecukupan Fe harus dipenuhi, terutama untuk wanita, wanita hamil, bayi, dan anak-anak.

Kekurangan Fe dapat menyebabkan anemia, dengan gejala kelemahan, kelelahan, kelesuan. Wanita hamil dengan defisiensi besi berisiko melahirkan bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah atau bayi dengan gangguan perilaku. Kekurangan Fe pada anak-anak dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan.

Sumber zat besi dapat ditemukan di hati, daging merah, unggas, ikan dan makanan laut, dan sayuran hijau.

Baca juga: Jauhkan Anak-anak dari Bahaya Anemia Kekurangan Zat Besi

2. Yodium

Kekurangan yodium dapat menyebabkan gondok (pembesaran kelenjar tiroid). Pernyataan ini pasti sering mendengar Geng. Ya, yodium diperlukan untuk menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini penting untuk mengatur metabolisme tubuh kita.

Kekurangan yodium pada wanita hamil dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan otak pada janin. Sumber makanan kaya yodium termasuk garam beryodium, makanan laut seperti ikan, udang, rumput laut, susu, keju, yogurt, telur, dan kacang-kacangan.

3. Fosfor

Mineral mikro ini yang sering Anda dengar terkandung dalam pasta gigi. Ya, fosfor bekerja untuk tulang dan gigi yang sehat, selain itu, bersama dengan kalsium, fosfor dapat membantu otot bekerja, termasuk otot jantung. Fosfor juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit pasca latihan, lho. Dalam makanan, fosfor dapat ditemukan dalam daging, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, produk susu, kentang, buah kering seperti kismis.

4 Selenium

Mikro mineral ini dikenal memiliki antioksidan tinggi dan membantu sistem kekebalan tubuh. Studi menunjukkan bahwa wanita dengan kadar selenium lebih tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena gangguan tiroid. Sedangkan pada pria, kekurangan selenium meningkatkan risiko kanker prostat. Sumber selenium ditemukan dalam salmon, udang, kacang Brazil, beras merah, bawang putih, jamur shitake, telur.

Baca juga: Jangan Lupa Pentingnya Magnesium Selama Kehamilan

5. Seng

Jenis mineral mikro yang satu ini sering diberikan kepada anak-anak yang mengalami diare. Seng dapat membantu penyembuhan luka. Tidak hanya itu, Zinc juga dikenal dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan seng 80-92 mg per hari dapat mengurangi durasi pilek hingga 33%.

Kekurangan seng dapat menyebabkan diare, kulit kering, rambut menipis, nafsu makan menurun, kelemahan, ruam pada kulit dan masalah dengan kesuburan (misalnya: infertilitas pada pria). Anda bisa mendapatkan seng dalam makanan berikut ini seperti daging merah, unggas, biji-bijian, dan tiram.

6. Mangan

Mangan dikenal untuk mengontrol fungsi sistem saraf dan metabolisme karbohidrat, protein, dan kolesterol. Mangan disimpan di hati, pankreas, tulang, ginjal dan otak.

Kekurangan mangan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, masalah kesuburan, perubahan metabolisme serta gangguan tulang. Mangan umumnya bersumber dari biji-bijian, selain itu juga ditemukan dalam beras merah, roti gandum dan teh.

7. Chromium

Chromium berperan dalam metabolisme gula darah dengan membantu kerja hormon insulin. Mineral mikro ini sering digunakan sebagai pendamping untuk pengobatan diabetes pada orang gemuk. Chromium juga dikenal untuk membangun otot dan membakar lemak. Kekurangan kromium meningkatkan risiko glaukoma di mata.

Anda bisa mendapatkan kromium dalam makanan laut seperti ikan, tiram, udang, produk susu, sayuran hijau, daging, kacang hijau.

8. Tembaga

Tembaga berfungsi sebagai pembangun banyak enzim dalam tubuh seperti pembentukan hemoglobin. Ini juga berperan dalam produksi kolagen dan elastin untuk menjaga jaringan tubuh yang sehat.

Kekurangan tembaga akan mengalami kondisi yang disebut neutropenia, yaitu kondisi sel darah putih atau neutrofil berkurang dari jumlah normal. Sel darah putih berperan melawan infeksi, sehingga jika kekurangan, seseorang akan mudah terserang penyakit.

Sumber tembaga ditemukan dalam hati, makanan laut, kacang-kacangan, biji-bijian, coklat, jamur, roti gandum dan sereal.

Baca juga: Inilah Tanda-Tanda Kekurangan Seng

9. Molybdenum

Mineral mikro yang satu ini mungkin masih terdengar asing bagi Geng. Molibdenum dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk pemecahan enzim dan menghilangkan racun. Kekurangan molibdenum dapat mengganggu pertumbuhan dan memicu anemia.

Makanan yang kaya akan Molibdenum termasuk kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah, gandum, hati, susu, kacang polong.

Nah Gang Sehat sudah mengenal berbagai mineral mikro. Meskipun jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh kecil, manfaatnya besar. Konsumsilah makanan bergizi seimbang agar kebutuhan mineral dan vitamin terpenuhi. Salam sehat.

Baca juga: Konsumsi Makanan yang Mengandung Mineral Kalsium Di Sini untuk Membuat Tulang Anda Sehat!

Referensi

1 Lizzie S. Micronutrients: Jenis, Fungsi, Manfaat dan Banyak Lagi. https://www.healthline.com/nutrition/micronutrients

2. Sumber Makanan Vitamin dan Mineral. https://www.webmd.com/food-recipes/vitamin-mineral-sources#2

3 Catherine S. Macrominerals dan Trace Minerals dalam Diet. https://www.news-medical.net/health/Macrominerals-and-Trace-Minerals-in-the-Diet.aspx

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Salah satu diet sehat adalah makan sayur setiap hari. Anda dapat menemukan banyak resep masakan Indonesia yang didasarkan pada campuran sayuran, seperti sayuran segar, karedok, gado-gado, atau pecel. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis sayuran yang perlu upaya lebih untuk dicerna oleh tubuh setelah Anda makan. Jadi, bagaimana cara mengakali jika Anda suka makan sayur? Ayo, simak beberapa tips di bawah ini.

Cara yang tepat untuk makan sayur agar mudah dicerna

The British Nutrition Foundation mengatakan bahwa sayuran dan buah-buahan adalah makanan yang sehat karena kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Semua nutrisi ini dibutuhkan oleh sel, organ, dan jaringan untuk bekerja dengan baik.

Selain itu, sayuran juga menjaga berat badan yang sehat karena pada dasarnya rendah kalori dan lemak. Seperti yang Anda ketahui, konsumsi lemak dan kalori yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, kanker, penyakit jantung, dan stroke.

Meski sehat, beberapa sayuran sulit dicerna oleh tubuh. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika ingin makan sayuran membebani kerja sistem pencernaan. Simak beberapa tips di bawah ini:

1. Kunyah sampai rata

Mengunyah makanan dengan cepat menjadi salah satu alasan saur menjadi lebih sulit untuk dicerna. Apalagi jika sayuran yang Anda makan masih mentah. Salah satu alasannya adalah serat tidak larut yang terkandung dalam sayuran yang Anda makan.

Tidak seperti lemak atau protein, serat melewati saluran pencernaan secara keseluruhan dan mencapai usus besar. Dalam organ ini, serat-serat ini tidak sepenuhnya dihancurkan oleh bakteri sehingga lebih sulit untuk dicerna.

Itu sebabnya Anda dituntut untuk makan sayur dan makanan lainnya dengan tenang. Dengan cara ini, konsentrasi Anda akan fokus pada tekstur makanan ketika dikunyah di mulut.

Saat mengunyah, makanan tidak hanya dihancurkan oleh gigi Anda. Enzim juga dilepaskan melalui air liur sehingga nutrisi nabati dapat dipecah dan diserap oleh tubuh lebih mudah. Makanan yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, semakin sehat sistem pencernaan Anda.

2. Lakukan proses memasak yang benar

Sayuran seperti kol dan brokoli, termasuk makanan yang sulit dicerna jika dikonsumsi dalam kondisi mentah. Agar tidak membebani usus Anda, sayuran jenis ini harus dimasak terlebih dahulu. Ada banyak cara memasak sayuran, seperti digoreng, digoreng, direbus, atau dipanggang.

Namun, Anda perlu tahu bahwa cara menyajikannya bisa mengurangi nutrisi sayuran yang Anda makan. Misalnya, merebus sayuran memang akan membuat tekstur lebih lembut dan lebih mudah dicerna. Namun, kandungan vitamin C akan berkurang karena paparan panas.

Sebaliknya, jika sayuran digoreng, teksturnya mungkin lebih renyah dan enak. Namun, akan ada tambahan lemak dan ini bisa membuat tubuh lebih sulit untuk dicerna.

Jadi, akan lebih baik jika Anda merebus sayuran tidak layu dan menggunakan minyak yang cukup. Pilih jenis minyak yang paling baik untuk memasak, seperti minyak zaitun.

3. Sajikan sebagai jus

Cara alternatif untuk membuat sayuran yang Anda makan mudah dicerna adalah menyajikannya dalam bentuk jus sayuran. Dengan cara ini, tekstur sayuran akan lebih lembut dan lebih mudah untuk Anda konsumsi.

Contoh beberapa sayuran yang bisa Anda buat jus adalah bayam, seledri, atau brokoli. Agar rasanya enak, Anda bisa memadukannya dengan buah atau bahan lain, seperti nanas, lemon, apel, susu, atau madu.

Hal yang perlu diperhatikan saat makan sayur

Makan sayuran itu sehat untuk tubuh, tetapi ini tidak sepenuhnya sempurna. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika makan sayur:

  • Saat Anda menyajikan sayuran, perhatikan kebersihan sayuran. Pilih bagian yang tidak rusak, lalu cuci sayuran dengan air mengalir.
  • Porsi sayuran juga harus diperhatikan karena jika dimakan dalam jumlah besar sekaligus perut akan menjadi kembung.
  • Kombinasikan dengan jenis makanan lain, seperti buah, biji, kacang-kacangan, dan daging. Coba tambahkan potongan ayam, telur, atau kacang-kacangan dalam diet yang Anda konsumsi.

Posting Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh muncul pertama kali di Hello Healthy.

Scroll to top